YOGYAKARTA, fornews.co—Pameran Seni Rupa bertajuk “The New Hero” di Bandara YIA, Kulon Progo, Yogyakarta, menarik perhatian penumpang pesawat terbang dan pengunjung Bandara.
Pameran mosaik oleh 28 perupa itu memamerkan rekaan dari bahan berwarna-warni yang ditempelkan berbentuk wajah pahlawan Indonesia.
Riyanto Demak, perupa yang memamerkan sosok Soimah menggunakan bahan perca atau potongan kain-kain halus, melihat Soimah adalah artis yang menginspirasi kaum muda untuk mencintai budayanya sendiri.
“Saya melihat sosok Soimah memberikan kontribusi positif terhadap kaum muda untuk berbuat baik dan menjaga martabatnya,” katanya.
Soimah, asal Bantul, Yogyakarta, merupakan artis serba bisa yang tidak hanya mengenalkan sinden, namun, juga seni dan budaya hingga mendunia.
Untuk membuat karya mosaik Riyanto menggunakan bahan-bahan kain halus yang dikumpulkan dari berbagai penjahit dan desainer fesyen terkenal.
Pameran seni rupa yang berlangsung pada 16 November-15 Desember 2021 digelar atas kerja sama PT Angkasa Pura 1 Yogyakarta dan Dini Art Manajemen.
GM Angkasa Pura 1 Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, berharap kehadiran “The New Hero” di Bandara YIA dapat memberikan gambaran jika ingin dikenang, maka, berbuat baik dan membuat prestasi adalah keharusan.
Sebuah menomental kadang juga perlu ditampilkan sebagai pengingat terhadap prestasi yang berdampak kepada kemanfaatan.
“Selamat menikmati para sejarah dan perjalanan hidup para pahlawan dengan cara kekinian,” ucapnya.
Para perupa yang berpameran yakni Imron Syafii, Andi Wahono, Hayatudin, Hari Gita, Ridwan Nur, Edi Maesar, Tofan M Ali Siregar, Jesaya Jery, Dani King Heriyanto, Suci Umanah, Sabar Jambul, Iin Risdawati, M Andi Dwi, Dwi Haryanto, Andi Sules, Joni Antara, Oktavianus Bakara, Dedi Supriyadi, Noto D, Slamet S, Ansori Klaten, Riyanto Demak, Ahmad Alwi, Virgoza.
CEO Dini Art Manajemen, Taufik Ridwan, menilai banyak orang yang memiliki nilai-nilai kepahlawanan—meskipun tidak diakui secara resmi—namun, menarik untuk diikuti jejaknya.
“Banyak tokoh yang memiliki nilai-nilai kepahlawanan walau tidak ada pengakuan resmi dari masyarakat atau negara, namun, tetap menarik untuk diikuti jejaknya,” katanya.
Masih kata Taufik, bahwa pahlawan itu adalah jiwa-jiwa yang ada pada setiap insan Indonesia.
Wajah dalam karya mosaik yang berjejer rapi di Bandara termegah di Indonesia itu antara lain, Soekarno, Soeharto, Gus Dur dan anaknya Yeni Wahid, Jokowi dan anaknya Gibran Raka B.
Ada pula sosok seniman Indonesia seperti Butet Kertaradjasa, Nasirun, dan Cak Nun. Bahkan sosok Dewa Kwan Kong. Masing-masing perupa yang berpameran menerjemahkan sosok pahlawan kekinian. (adam)
















