PALEMBANG, fornews.co – Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sumatera Selatan (Sumsel), mencatat hingga sekarang baru dua tokoh pejuang yang dianugerahi Pahlawan Nasional, yakni Sultan Mahmud Badaruddin II dan Dr Ak Gani. Padahal masih banyak tokoh-tokoh yang layak dianugerahi gelar Pahlawanan Nasional.
Saat ini, kedua tokoh Pahlawan Nasional tersebut menjadi nama Bandara Interneasional serta Museum (Sultan Mahmud Badaruddin II), dan nama Rumah Sakit (RS) Militer (Dr AK Gani) di Palembang.
Sekretaris MSI Sumsel, Kemas Ari Panji menjelaskan, era Kesultanan Palembang, masa pendudukan kolonial Belanda dan hingga masa revolusi Indonesia, banyak sekali peran pahlawan pada saat itu.
“Di Hari Pahlawan (10 November) ini, saya mengajak semua masyarakat ikut memperingati Hari Pahlawan dengan mengheningkan cipta pada pukul 08.15 WIB, paling tidak memberikan doa sebagai sujud syukur atas perjuangan para pahlawan untuk generasi sekarang,” serunya, Kamis (09/11).

Momen Hari Pahlaean ini, MSI Sumsel, sangat mengharapkan peran pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota dalam menginventarisir pahlawan-pahlawan daerah, hingga nanti Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Sumsel, dapat kembali mengajukan pahlawan nasional.
Inventarisir sejak sekarang diakui Kemas Ari Panji, penting dilakukan mengingat sudah tiga kali pahalwan di Sumsel, (Residen Abdul Rozak) diusulkan menjadi Pahlawan Nasional, namun hingga saat ini belum terealisasi.
“Tidak hanya menginvestarisir, pemerintah juga diharapkan maksimal dalam memperingati Hari Pahalwan setiap tanggal 10 November. Karena sangat jarang masyarakat yang memahami sejarah Kota Palembang, apalagi pahlawan-pahlawan dari Sumsel,” tukasnya. (ibr)
















