PALEMBANG, fornews.co – Jika selama ini Indonesia hanya menggunakan Real Time PCR sebagai basis pemeriksaan kasus COVID-19, mulai kemarin sudah ada metode baru yang digunakan yaitu tes cepat molekuler. Dengan dua metode pemeriksaan yang akurasinya mendekati 100% itu, diharapkan deteksi terhadap kasus positif di Indonesia semakin cepat dan luas.
“Mulai kemarin satu laboratorium di Wisma Atlet berbasis pada tes cepat molekuler untuk memeriksa anti gen telah beroperasi. Ada 15 mesin serupa juga telah dioperasionalkan di Indonesia. Sebagian catridge untuk pemeriksaan juga sudah dalam perjalanan dan sebagian lagi sudah diterima dan sudah memulai pemeriksaan. Sehingga hari ini (hasil pemeriksaan) dua sumber pemeriksaan spesimen kita gunakan,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto pada konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (08/05).
Menurut Yuri, ada 143.453 spesimen diperiksa dengan Real Time PCR yang selama ini sudah berjalan. Sementara 328 spesimen diperiksa dengan tes cepat molekuler. Keseluruhan pemeriksaan ini dilakukan pada 103.361 orang.
“Hasil positif yang didapatkan melalui Real Time PCR sebanyak 13.026 dan hasil tes cepat molekuler 86 orang. Hasil negatif 90.151 dengan real time PCR dan 98 dengan tes cepat molekuler,” terang Yuri.
Yuri menambahkan, kasus konfirmasi positif bertambah 336 menjadi 13.112, kasus sembuh bertambah 113 total 2.494 dan meninggal dunia bertambah 13 menjadi 943. Adapun kabupaten/kota terdampak bertambah 2 sehingga saat ini sudah ada 356 daerah terdampak COVID-19 di seluruh provinsi.
“Kasus ODP akumulasi dari awal Maret 2020 sebanyak 244.480 dan sebagian besar sudah selesai pemantauan. Kasus PDP 29.087 orang. Jumlah ini yang akan dipercepat pemeriksaannya dengan dua metode baik Real Time PCR maupun tes cepat molekuler,” terangnya.
Yuri mengatakan, berbagai perguruan tinggi dan para pakar telah melakukan kajian dengan perhitungan secara matematis mengenai perkiraan gambaran pandemi COVID-19 dalam beberapa bulan ke depan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berterima kasih dengan upaya tersebut.
“Optimisme kita untuk meredakan wabah COVID-19 di bulan Juni-Juli adalah tantangan bersama. Karena kuncinya adalah kita semua. Ada di disiplin kita untuk tetap patuh di rumah, patuh tidak bepergian, patuh tidak mudik, patuh mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, patuh menggunakan masker. Inilah upaya yang bisa kita lakukan manakala (ingin) meredakan wabah ini di Juni-Juli,” tukasnya. (ije)
















