PALEMBANG, fornews.co – Meski belum ada kepastian soal dana penyelenggaraan, Pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatra Selatan berkomitmen tetap melaksanakan Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) II di Kota Prabumulih, 7-17 Desember 2019.
Ketua Umum NPCI Sumsel Ryan Yohwari mengatakan, meski dihadapkan sejumlah persoalan terutama pendanaan, namun Ryan optimis gelaran Peparprov bisa berjalan dengan baik.
“Berkaca dari Peparprov I di Muara Enim dua tahun lalu, kita juga menghadapi permasalahan yang sama yaitu pendanaan. Akan tetapi akhirnya event bisa berjalan sampai akhir dengan baik,” ujar Ryan pada press conference, Senin (01/07).
Meski demikian, Ryan mengharapkan ada uluran tangan Pemerintah maupun swasta untuk membantu penyelenggaraan multi event olahraga disabilitas ini. Seperti saat ini, Pemkot Prabumulih yang siap mendukung penuh pelaksanaan Peparprov II di daerahnya. Lalu Pemprov Sumsel juga menjanjikan mengucurkan dana hibah ke NPCI Sumsel pada APBD Perubahan 2019.
“Segala sesuatu memang tidak tidak mesti pakai uang, tapi segala sesuatu butuh pembiayaan. Dan terima kasih juga kita sudah didukung salah satunya Pak Hendri Zainuddin sebagai pembina,” katanya.
Menurut Ryan, sejauh ini cabang olahraga yang akan dimainkan baru ada tujuh, yaitu, bulutangkis, atletik, renang, catur, goal ball, futsal dan tenis meja. Namun jumlah itu masih tentatif dan akan dibahas lebih lanjut pada CDM Meeting, Rabu (03/07). Dalam rapat tersebut akan dibahas mengenai cabang olahraga apa saja yang akan dimainkan serta kuota atlet yang bisa diturunkan masing-masing daerah.
“Kalau di olahraga umum, persyaratan pertandingan cukup dibahas di technical meeting. Tapi di paralympic ini harus dibahas secara detail soal klasifikasi kategori kecacatan atlet per cabor,” tutur Ryan.
Ryan menegaskan, Peparprov II ini sangat penting artinya sebagai seleksi atlet untuk mewakili Sumsel pada Peparnas 2020 di Papua. Selain itu, gelaran multi event olahraga disabilitas ini juga sebagai pemacu semangat atlet disabilitas untuk dapat menyamai prestasi atlet Sumsel yang lolos ke Paralimpiade yaitu Jendi Panggabean di cabor renang dan Rica Octavia cabor atletik. Ada pula 13 atlet disabilitas Sumsel yang kini menjalani Pelatnas untuk ASEAN Para Games 2020 di Filipina.
Sementara itu, Pembina NPCI Sumsel Hendri Zainuddin mengatakan, dirinya akan membantu menyuarakan agar NPCI Sumsel bisa mendapat bantuan dari Pemerintah daerah untuk pelaksanaan Peparprov II nanti.
“Inilah sebetulnya yang memang harus dibantu. Prestasi banyak, semangat luar biasa tapi anggaran sulit. Mudah-mudahan di APBD Perubahan 2019 ini bisa dibantu,” tuturnya. (ije)
















