SEKAYU, fornews.co – Akademi Keperawatan Musi Banyuasin akhirnya resmi dikelola Universitas Sriwijaya (Unsri). Penandatanganan kerja sama pengelolaan Akper Muba tersebut mengakhiri spekulasi mengenai nasib akademi milik Pemkab Muba ini.
Sebelumnya Akper Muba terkendala biaya operasional imbas dari adanya aturan yang membatasi Pemerintah Daerah untuk membiayai Akper. Bahkan, sempat muncul opsi Akper yang telah beroperasi sejak 2002 itu ditutup.
“Jadi, Akper Muba ini tetap bisa berjalan dan operasional dan akan di-handle oleh Universitas Sriwijaya,” ujar Rektor Unsri Prof Dr Ir Anis Saggaff MSCE di sela Penandatanganan Nota Kesepahaman Penggabungan Akper Muba ke Universitas Sriwijaya, Jumat (28/09).
Menurut Anis, Akper Muba selama ini sudah berjalan dengan baik dan mencetak ribuan alumni sehingga sangat disayangkan kalau operasional dan aktifitas perkuliahan Akper Muba terhenti.
“Kami sangat apresiasi langkah Pemkab Muba di bawah instruksi pak Bupati H Dodi Reza Alex untuk tetap bisa menghidupkan Akper Muba,” tutur Anis yang juga Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumsel ini.
Sementara itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex mengatakan, sudah menjadi cita-cita Pemkab Muba untuk tetap berupaya semaksimal mungkin mempertahankan operasional Akper Muba. “Solusi menggabungkan Akper Muba ke Unsri sudah sangat tepat dan kami berharap Akper Muba nantinya tetap bisa mencetak alumni berkualitas dan berprestasi,” harapnya.
Dodi menambahkan, Pemkab Muba merasa sangat senang penggabungan Akper Muba ke Unsri bisa terealisasi sehingga ada kejelasan status dan operasional untuk mencetak tenaga kesehatan yang profesional.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Muba juga melakukan kerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) dan pihak Unsri terkait kerja sama tentang pendidikan, penelitian, pengabdian ke masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia. (ije)

















