PALEMBANG, fornews.co – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat kasus Orang dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 secara nasional mencapai 165.549 orang. Sedangkan Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 11.165 orang.
“Yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga Rabu 15 April 2020 sampai pukul 12.00 WIB sebanyak 5.136 orang. Pasien sembuh 446 orang dan meninggal 469 orang. Data yang kami himpun berjenjang mulai dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota ke Dinas Kesehatan provinsi dan kemudian diakumulasi secara nasional,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto pada konferemsi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (15/04).
Yuri menerangkan, uji PCR (polymerase chain reaction) yang telah dilaksanakan lebih dari 36.431 spesimen yang diperiksa dari 33.001 orang. Hasil positif reaktif akumulatif sampai dengan hari ini sebanyak 5.136 orang dan negatif 27.865 orang.
“Provinsi terdampak 34 provinsi dengan 196 kabupaten/kota. Kita bersyukur bahwa pasien yang sembuh semakin meningkat. Pada 5 provinsi terbanyak pasien sembuh ini adalah DKI Jakarta 164 orang, Jawa Timur 81 orang, Sulawesi Selatan 42 orang, Jawa Barat 23 orang, Bali 23 orang. Sementara di 29 provinsi lain juga terdapat pasien sembuh sehingga total 446 pasien sembuh,” terangnya.
Dari data yang tersaji, lanjut Yuri, menunjukkan penularan dan penyebaran COVID-19 masih terjadi. Oleh karena itu Yuri mengajak semua masyarakat bahu membahu untuk saling membantu, saling menjaga, untuk memastikan tidak ada lagi penularan.
“Oleh karena itu hargai dan bantu mereka yang sedang melaksanakan isolasi mandiri di rumah, melaksanakan isolasi secara kelompok di RT, di kelurahan. Jangan lakukan diskriminasi pasien COVID-19 yang sudah sembuh dan kembali ke rumah. Tidak lagi boleh kita menolak jenazah COVID-19. Mari kita jadi teladan untuk menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan,” tuturnya.
Yuri pun kembali mengingatkan dan mengajak masyarakat Indonesia lawan COVID-19 dengan meningkatkan imunitas diri, makan yang bergizi, sabar dan tenang, istirahat yang cukup dan teratur, serta tidak panik.
“Tetap hadapi ini dengan hati yang gembira, jaga jarak, pakai masker, jangan menyentuh mata, hidung, mulut sebelum mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir sampai bersih,” tukasnya. (ije)

















