BATURAJA, fornews.co – Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), terus mendorong pengembangan budidaya tanaman bawang merah dan cabai.
“Ini merupakan program bantuan melalui APBN ke daerah. Pada periode 2018 ini, pengembangan bawang ada sebanyak 20 hektare, dan cabai ada sebanyak 40 hektare,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU, Ir Jhoni Saihu, Selasa (24/07).
Diperkirakan Kata Jhoni, untuk masa tanam baru dilakukan pada awal Oktober 2018 mendatang. Rencana sasaran, untuk bawang seperti kelompok tani di Desa Tungku Jaya, Lubuk Leban di Kecamatan Sosoh Buay Rayap dan Desa Merbau Kecamatan Lubuk Batang.
Sambungnya, tujuan program pengembangan ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya pengembangan ini diharapkan petani tidak kesulitan, dan daerah tidak tergantung komoditi dari luar daerah.
“Terlebih komoditi bawang dan cabe, bisa mempengaruhi inflasi, jika ada kelangkaan. Bila kurang akan menyebabkan terjadi kenaikan harga,” imbuhnya.
Lebih jauh dikatakan Jhoni, untuk pengembangan petani di lapangan, selama proses masa tanam juga tetap ada pendamping dari penyuluh pertanian. Selain itu, diharapkan kelompok tani di OKU, tidak hanya mengandalkan komoditi karet dan sawit yang harganya lagi turun.
“Komoditi (bawang dan cabai) ini juga bisa menopang kebutuhan hidup masyarakat desa. Apalagi pertanian bawang maupun cabe ini tidak membutuhkan waktu panjang, sehingga sudah bisa dipanen,” pungkasnya. (gus)

















