PALEMBANG, fornews.co – Pihak kepolisian masih kesulitan mengidentifikasi beberapa jasad dari 11 korban kecelakaan speedboat “Awet Muda” yang telah ditemukan. Pasalnya, kondisi jasad para korban sudah tidak utuh lagi.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sumsel, Kombes Pol Tri Yuwono mengaku, pihaknya memang kesulitan dalam melakukan identifikasi lantaran kondisi jasad sudah rusak. Di mana ada beberapa bagian anggota fisik korban yang telah hilang, seperti hidung, mata, bibir dan lain sebagainya yang diduga telah dimakan oleh hewan laut seperti ikan.
Jadi salah satu upaya untuk identifikasi, pihaknya mengambil data primer seperti sidik jari dan struktur gigi. Serta data sekunder seperti KTP jika masih ada, dan ciri-ciri lainnya.
“Karena itu, kami mendatangkan keluarga korban untuk mencari tahu ciri korban, dan pakaian apa yang digunakan saat berangkat,” terangnya.
Ia menargetkan identifikasi ini dapat dilakukan secepat mungkin. Bahkan, pihaknya telah menurunkan dua tim agar identifikasi ini dilakukam secara non-stop.
Satu tim ini terdiri satu dokter, dan empat dokter pembantu. Serta ditambah dokter dari RS Bhayangkara untuk memandikan jenazah dan hal lainnya.
“Dari 11 korban, saat ini sudah dua teridentifikasi (Sofiah Irwandi dan Suhendri) dan langsung dibawa pulang keluarganya. Kami harap semuanya teridentifikasi hari ini sehingga dapat langsung dibawa pulang,” imbuhnya.
Kepala Kantor SAR Palembang, Toto Mulyono menambahkan, kondisi korban sebetulnya secara kasat mata, fisik korban masih utuh dan lengkap meski tenggelam di sarang buaya. Namun untuk mata, telinga dan bibir yang hilang kemungkinan diduga dimakan ikan.
“Memang sudah sewajarnya jika korban hilang di sungai biasanya yang hilang dimakan ikan itu seperti mata, telinga, hidung dan bibir,” katanya.
Berdasarkan keterangan warga memang daerah tersebut rawan terjadi kecelakaan. Bahkan hampir setiap tahun selalu memakan korban jiwa.
“Ke depan kami harap agar penumpang lebih berhati-hati dan cerdas dalam memilih kapal yang akan ditumpangi, seperti adanya pelampung dan pertolongan pertama lainnya,” tandasnya mengimbau. (bas)

















