PALEMBANG, fornews.co – Bermain di kandang sendiri tak mampu dimaksimalkan Palembang Bank Sumsel Babel. Menghadapi Surabaya Bhayangkara Samator di Palembang Sport & Convention Center (PSCC) Jumat (9/3) malam, tim Bayi Ajaib dipaksa menyerah 2-3.
Ironisnya, Aji Maulana dkk sudah unggul 2 set terlebih dahulu, 25-17 dan 25-20. Namun tiga set selanjutnya, justru disapu bersih Samator 22-25, 22-25, 13-15. Kekalahan ini mengulangi pertemuan kedua tim di Putaran I. Saat itu Surabaya BS juga menang atas Palembang BSB dengan skor 3-2.
Mengandalkan duo asingnya Martin Nemec dan Joao Gabriel Kolaska, Palembang BSB langsung tancap gas. Kebugaran yang masih terjaga membuat servis dari Nemec berhasil mencatatkan ace. Variasi open spike yang dilancarkan Joao dan bola-bola cepat dari Sigit mampu menembus pertahanan Surabaya BS. Sehingga saat menang cepat 2-0, tampaknya Aji Maulana dkk akan memenangkan laga ini dengan mudah.
Akan tetapi, hasilnya justru diluar harapan. Surabaya BS bangkit dan membalikkan keadaan. Kejar mengejar angka pun terus terjadi hingga di poin krusial. Beberapa kesalahan seperti serve yang gagal dari pemain Palembang BSB membuat Surabaya BS mendapat poin mudah.
Mencoba bangkit di set keempat, namun kebugaran fisik pemain tak mendukung. Smes keras terarah dari Palembang BSB seperti di 2 set awal seperti hilang.
Tak menduga Surabaya BS menyamakan kedudukan, Aji Maulana dkk tampak tertekan di set kelima. Meski sempat unggul 2 poin, namun perlahan Surabaya BS menyusul poin Palembang BSB. Bahkan di poin 12-12, Palembang BSB sebenarnya memiliki kesempatan unggul. Namun kembali serve yang gagal membuat lawan mendapat angin dan momemtum itu tidak disia-siakan Rivan dkk dan menyudahi set penentuan ini 13-15.
Pelatih Palembang BSB Samsul Jais mengakui timnya cukup kedodoran di tiga set terakhir. Padahal semangat di awal laga dengan menyabet dua set langsung membuatnya bangga.
“Anak-anak tak bisa membendung bola cepat Samator di set ketiga. Entah kenapa pertahanan kita begitu mudah ditembus. Tapi saya tetap apresiasi anak-anak yang sudah bermain total,” katanya.
Samsul menambahkan, kekalahan dari Samator membuat Aji Maulana dkk harus bekerja ekstra keras di laga kedua seri Palembang saat menjamu Bekasi BVN. Sebab hasil laga itu akan sangat menentukan langkah Palembang BSB dalam membidik tiket final four. “Tinggal Minggu (11/3) nanti, menang harga mati untuk masuk final four,” jelasnya.
Sementara itu, Pelatih Surabaya BS Ibarsjah Djanu Tjahjono mengaku timnya kecolongan di set awal. Karena tertekan, Rivan dkk banyak melakukan kesalahan terutama di serve.
“Tapi alhamdulillah, di set ketiga sampai akhir bisa diperbaiki karena saya terus membakar semangat anak-anak. Kemenangan ini penting sebagai modal di seri Bandung nanti,” tukasnya. (ije)

















