PALEMBANG, fornews.co – Jurnalis detik.com yang bertugas di wilayah Sumsel, Raja Adil Siregar, mendapat perlakukan arogansi dari pengawal pribadi Gubernur Sumsel Herman Deru, saat meliput acara PT Sampoerna di Palembang Trade Center (PTC), Sabtu (10/11).
Raja Adil Siregar menceritakan, bahwa awalnya dia ingin melakukan wawancara dengan Gubernur Herman Deru terkait UMKM di Sumsel, saat acara berlangsung di atrium PTC lantai dasar. Karena kondisi yang sempit, Raja sempat minta izin dengan walpri berpakaian safari hitam lengkap.
Karena jarak Raja dengan gubernur jauh dan tidak bisa bertanya, maka dirinya meminta izin kepada pengawal pribadi tersebut untuk sedikit maju ke depan. Pada saat akan bertanya itulah, perut Raja selalu dihalangi dan tidak bisa maju ke depan.
“Padahal saat itu ada wartawan lain di depan dan masih ada jarak untuk saya maju sedikit. Saat wawancara hampir selesai, saya coba maju dan menanyakan ulang terkait UMKM. Beberapa kali saya bertanya dengan gubernur. Namun tetap ditarik dari belakang saat wawancara,” ujarnya, Sabtu (10/11).
Selesai wawancara, Raja menerangkan, sempat mengutarakan kalimat ‘Izin saya wartawan, saya dari media dan saya tahu kapasitas saya mas. Saya bisa jaga jarak kok, nggak mungkinlah saya dorong-dorong’. Kalimat tersebut disampaikan Raja, lantaran pengawal pribadi gubernur itu sebelumnya mengatakan ‘Jangan maju dan jangan dorong-dorong’, sambil membatasi jarak yang menurut Raja berlebihan, karena pengawal pribadi itu terus-menerus menarik jaketnya.
“Saat kalimat itu saya ucapkan, seorang pengawal pribadi marah dan menanyakan kenapa saya ngomong begitu. Padahal, kalimat itu menjawab pernyataan pengawal pribadi supaya tidak terlalu dekat dengan gubernur dan menurut saya itu jarak yang normal. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba seorang pengawal pribadi menarik saya dan mendorong ke belakang. Saat itu ada Karo Protokol Pemprov, Pak Iwan menanyakan ‘Ada apa, ada apa’,” terangnya.
Kemudian, datang beberapa pengawal pribadi berseragam safari lengkap dan mendorong Raja keluar dari kerumunan. Beruntung, dorongan dari pengawal pribadi itu tidak membuat Raja terjatuh.
“Saat akan mundur ke belakang, lagi-lagi pengawal pribadi itu datang dan mendorong sambil melontarkan kalimat yang kalau tidak salah saya ‘memangnya kenapa kau ha?’, sambil mendorong kebelakang,” paparnya.
Saat itu suasana semakin panas, Raja masih berusaha menjelaskan meski mendapat dorongan dari pengawal pribadi tersebut. Tiba-tiba teman-teman media lain datang, dan menarik dirinya ke belakang. Tapi tetap saja beberapa pengawal pribadi mengejar dirinya dan mengajak berkelahi.
“Terakhir saya dilerai oleh Bang Ojik, Staff Khusus Bidang Media Gubernur Sumsel. Dia minta saya pergi dan menjauh dari acara saat itu. Tidak ada pembicaraan lebih lanjut saya dan pengawal pribadi setelah insiden ini. Tapi ya, menurut saya pengawal pribadi bersafari lengkap itu telalu berlebihan dalam pengamanan. Mereka seolah menghalangi wartawan untuk wawancara. Padahal gubernur saat itu masih bersedia untuk diwawancarai terkait UMKM,” jelasnya.
“Hari ini mungkin saya yang merasakan, saya tidak tahu apakah teman-teman media lain pernah merasakan hal yang sama. Intinya, saya kecewa dengan tim pengawal pribadi yang pengamanannya terlalu berlebihan itu dan menurut saya sudah diluar kewajaran,” tukasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Staff Khusus Bidang Media Gubernur Sumsel, Alfrenzi Panggarbesi mengatakan, bahwa semua permasalahan tersebut sudah selesai. “Sudah selesai, saya tadi di tkp (tempat kejadian perkara), Raja tadi makan sama aku,” tandasnya singkat. (tul)

















