YOGYAKARTA, fornews.co–Sejak diberlakukan darurat corona penjual ikan goreng di Pantai Depok, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, sepi pembeli.
Takhanya itu, akibat cuaca buruk nelayan di Pantai Depok mengalami paceklik.
Mulyadi (45) warga Dusun Bungkus, Parangtritis, Kretek, Bantul, merasakan dampak sepinya pembeli di kawasan sentra ikan di Pantai Depok.
“Keadaannya ya seperti ini, tidak ada pengunjung,” ujar Mulyadi, kepada fornews.co, Ahad (24/5/2020).
Mulyadi bukanlah pemilik warung ikan goreng, ia justru ikut merasakan dampaknya, meski ia sendiri khawatir terhadap penyebaran virus corona.
Biasanya setelah melaut ikan hasil tangkapannya ludes diborong pengunjung maupun penjual ikan goreng.



Namun lebaran tahun ini, sejak melaut pukul 06.00 WIB, ia hanya mendapat satu ekor ikan kerapu berbobot 6 kilogram.
“Ahamdulillaah setiap melaut dapat tangkapan ikan, tapi sejak cuaca buruk tangkapan ikan sepi,” katanya.
Banyak pembeli yang langsung datang ke pantai Depok karena harganya yang agak murah dibanding di pasaran.
Jika musim panen, udang Jerbung dihargai Rp 100 ribu per kilogram.
Namun belakangan harga Lobster menjadi Rp 250 ribu yang sebelumnya seharga Rp 100 ribu.
“Khusus untuk menangkap udang jerbung harus memakai Jaring Kanyut,” katanya.

Sebagai nelayan, Mulyadi ikut kelompok Tani Mina Bahari 45 Depok yang anggotanya berasal dari dua dusun, yakni Dusun Bungkus dan Depok.
Dengan adanya Kelompok Tani bagi nelayan itu ia merasa terbantu karena ikan hasil tangkapannya selalu dibeli tengkulak melalui pelelangan ikan.
Purwanti (36) istri Mulyadi juga mengaku terdampak darurat virus corona. Lebaran kali ini warungnya sepi pembeli.
Akibat pelarangan pengunjung di Pantai Depok ia membatasi menu makan di warungnya.
“Karena ada larangan pengunjung saya tidak berani menjual terlalu banyak,” kata Purwanti.
Ia hanya menjual berbagai makanan dan minuman instan yang sekiranya laku terjual.

Purwanti cerita, nelayan di Depok pernah panen besar. Bahkan dari hasil panen ikan di laut, suaminya dapat membangun rumah.
Suaminya pernah panen Kakap Cina dan bawal putih. Per ekor Kakap Cina bisa mencapai 5 juta rupiah.
Kakap Cina paling diburu pembeli untuk diambil gelembungnya sebagai kebutuhan medis.
“Katanya untuk memulihkan luka sehabis dioperasi,” kata Purwanti.
Purwanti membeberkan, jika sedang panen nelayan bisa meraup untung hingga puluhan juta rupiah dalam sekali melaut.
Penutupan sementara di kawasan wisata sepanjang pantai Selatan di Bantul, DIY, berimbas terhadap sektor ekonomi masyarakat sekitar pantai.
Purwanti dan Mulyadi berharap, keadaan dapat pulih kembali dan virus corona segera pergi. (adam)
















