PALEMBANG, fornews.co – Peristiwa ambruknya serambi atas tower II Kantor Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jl Jenderal Sudirman Kv 52 – 53 Kel Senayan, Kec Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membuat Universitas Bina Darma (UBD) Palembang, berduka. Pihak universitas juga menghentikan studi banding yang sedang berjalan.
“Atas kejadian ini (ambruknya serambi atas tower II BEI), studi banding disetop,” ungkap Dosen Fakultas Ekonomi UBD, Rabin Ibnu Zainal kepada jurnalis, saat gelar konfrensi pers di Kampus UBD Palembang, Senin (15/01) sore.
Ia menjelaskan, hari ini merupakan kunjungan industri resmi mahasiswa semester lima. Menurutnya, ini merupakan kunjungan kedua sejak kemarin (Minggu, 14/01).
“Bagi mahasiswa yang selamat dari peristiwa tersebut, diperbolehkan pulang. Sedangkan yang terluka akibat tertimba material masih mendapat perawatan dan menunggu diagnosis dari rumah sakit,” terangnya.
Rabin menyebutkan, studi banding yang selenggarakan UBD ke Jakarta, diikuti oleh 97 mahasiswa dan dosen pendamping. Dari angka tersebut, yang selamat dari reruntuhan bangunan hanya 35 orang. “Selebihnya mengalami luka ringan dan berat,” ucapnya, seraya mengatakan, pihak UBD bertanggung jawab atas kejadian ini.

Sambungnya, tim UBD sore ini sebanyak tujuh orang diberangkatkan ke Jakarta, untuk mendampingi korban yang saat ini sedang mendapat perawatan di enam rumah sakit berbeda.
“Pihak BEI Sumsel, sudah koordinasi di UBD. Jumlah korban masih koordinasi dengan pihak RS di sana. Sedangkan 35 orang selamat sudah dievakuasi ke Hotel 88 Jakarta,” paparnya.
Lebih lanjut disampaikan, untuk memberikan informasi terkait kondisi mahasiswa kepada keluarga, pihaknya membuka posko terletak di lantai satu dekat lift UBD, Jalan A Yani Palembang.
“Bagi keluarga yang ingin mengetahui kabar, silahkan hubungi kami di nomor saya (Dosen Fakultas Ekonomi UBD, Rabin Ibnu Zainal) 0811718481, atau datang langsung ke posko,” tandasnya. (bas)
Berikut nama-nama korban:
a. Rumah Sakit Pusat Pertamina :
1) Ny. Sylvia (36 tahun) Penyakit auto imun dan chest discomport/panic attack
2) Tn. Imanuel (20 tahun) multioel fraktur dan head injury
3) Tn. Jonathan (22 tahun)Multipel vulnus excoriasi (pulang/rawat jalan)
4) Tn. Daru (44 tahun) fraktur metacarpal
5) Ny. Siti latifah (22 tahun) Head injury
6) Tn. Angga Vulnus excoriasi (pulang/rawat jalan)
7) Ny. Nova (23 tahun) G1P0A0 Hamil 32 minggu.
b. Rumah Sakit Siloam Jakarta :
1) Else
2) Frediicial Setjoan dinata
3) Yudhistira
4) Yuliana
5) Nike
6) Hanyani
7) Jordan
8) Febriyanti
9) Dahlia
10) Nora
11) Bela Ayu
12) Rahayu Sutra
13) Rizka Herdyana
14) Ria Maria
15) Nina Yudisia
16) Bela Adelia
17) Nida Priyanti
18) Suci Maulidia
19) Wanda Lestari
20) Bunga Febri
21) Tiara Sakti
22) Teti R Sihaan
23) Regina
24) Neilrah
25) Dedrit Sepriata
26) I Gusti Ngurah
27) Nina Meidiania
28) Elise Lilasari
29) Diana Febrianti
30) Al Fitah
c. Rs. Jakarta :
1) Ira
2) Arian Pradana
3) Mona
4) Fitria angraini
5) Kilun Henity
6) Nurhafizah
7) Nur Dewi Alimah
8) Suci wulandari
9) Kartika Agustina
10) Evi triwahyuni
11) Ayu rika
12) Rike damayanti
13) Pradita ameliya
14) Rika Rosari
15) Cindy Napiya
16) Yunita
17) Mustika Wulandari
18) Morel
19) Mirza
20) Artha
d. P. Sangeang RSMTH :
1) Firda (20 tahun) tangan kiri nyeri saat digerakkan
2) Miranda (20 tahun) jatuh dari lt. 2 paha kanan dan kiri nyeri saat digerakkan
3) Siti Nurhalifa (24 tahun) paha kanan sakit saat digerakkan
4) Desi Agustin (20 tahun) kaki kanan sakit
5) Sandra Refita (20 tahun)
6) Meli Anjani (20 tahun)
7) Indah Asdiah (20 tahun)
8) Fransisca (20 tahun)
9) Oktarina Sarah (20 tahun)
10) Indah Yulianti (20 tahun)
11) Kiki (20 tahun)
12) Gita (20 tahun)
13) Desvahera(21 tahun)
14) Karmeta (20 tahun)
15) Dita
16) Deka.
Sumber informasi: Relawan PB-DKI / PMJ / DAMKAR Jakarta
















