JAKARTA, fornews.co – Pascajatuhnya girder pembangunan Tol Pasuruan-Probolonggo (Pasprol) Minggu (29/10) pagi tadi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) langsung menurunkan tim untuk melakukan evaluasi desain, test dan metode kerja yang dilakukan oleh kontraktor.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto mengungkapkan, jalan Tol Paspro sedang tahap pembangunan. Adapun pemegang konsesi tol Pasuruan-Probolinggo PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol yang 100% dimiliki PT Waskita Toll Road.
“Setelah tiga girder di erection dan dipasang bresing, hari ini dilanjutkan dengan pemasangan girder keempat. Saat girder sudah pada posisi dan akan dilakukan pemasangan bresing girder keempat patah, lalu mengenai tiga girder yang sudah terpasang,” ujar Arie melalui pesan singkatnya sebagaimana dilansir liputan6.com, Minggu (29/10).
Akibatnya, lanjut Arie, keempat girder yang sudah terpasang patah seluruhnya. Dia menyebut, peristiwa ini membuat satu orang meninggal dunia dan dua orang pekerja dirawat di rumah sakit.
Sedangkan dalam releas Kementerian PUPR, seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan kontraktor pelaksana diminta untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.
Di samping itu, Kementerian PUPR meminta, BUJT dan kontraktor pelaksana untuk menyusun langkah-langkah pengendalian dan meningkatkan pengawasan pelaksanaan metode kerja dan prosedur K3, agar dilakukan secara ketat dalam kegiatan konstruksi jalan tol guna mencegah berulangnya kejadian serupa.
Kesemepatan ini, Kementerian PUPR juga menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan korban luka-luka, serta telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk penanganan korban lebih lanjut.
Berdasarkan penjelasan PT Waskita Karya, pemasangan girder di Kecamatan Grati, memiliki panjang 50,80 meter dalam proses erection menggunakan 2 buah mesin crane berkekuatan 250 ton dan 150 ton. Pemasangan sudah dimulai sejak hari Sabtu dan menyelesaikan 3 girder.
Pada ke tiga girder yang sudah dilakukan erection dilakukan pemasangan bracing. Pemasangan girder ke-4 dilanjutkan hari Minggu ini. Saat girder ke-4 tersebut sedang diatur untuk ditempatkan pada dudukannya, ia mengenai girder yang telah terpasang dan menyebabkan tali crane putus dan girder ketiga menyentuh girder lain yang sudah terpasang dan berakibat keempat girder jatuh secara bersamaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa 1 orang meninggal dan 2 orang dirawat di rumah sakit.
Jalan tol Paspro sepanjang 31,3 km merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa. Pemegang hak konsesi ruas tol ini adalah PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol (BUJT) yang kepemilikannya 100% oleh PT Waskita Toll Road. Bertindak selaku Kontraktor adalah PT. Waskita Karya, konsultan supervisi adalah PT. Virama Karya dan Konsultan PMI PT Monoheksa. (*/ibr)

















