PALEMBANG, Fornews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang meminta seluruh pedagang pasar di Kota Palembang untuk menjalani standar kesehatan untuk menekan penyebaran Virus Corona atau COVID-19 di Palembang.
Hal ini menyusul adanya pedagang di Pasar Semai, Sekip, Palembang yang meninggal dunia diduga akibat COVID-19, Senin kemarin (25/05).
Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan peristiwa yang terjadi di Pasar Semai, Sekip, Palembang jangan sampai terjadi di Pasar lainnya. Karena itu, untuk meminimalisir penyebaran di Pasar Semai pihaknya terpaksa menutup sementara operasi pasar.
Selain itu, pihaknya juga meminta pedagang pasar melalui pengelola untuk melakukan kegiatan mereka sesuai prosedur standar kesehatan sehingga penyebaran dapat diminimalisir. “Kami akan terus melakukan evaluasi untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di Palembang,” katanya, Selasa (26/05).
Menurutnya, saat ini masyarakat sudah sedikit sadar dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang. Bahkan, hamper semua pengendara juga sudah menggunakan masker. Hanya saja memang ada beberapa yang masih melanggar.
Untuk beberapa warga yang melanggar ini maka diberikan sanksi sesuai dengan perwali seperti membersihkan halaman, mengepel. “Jadi alhamdulihaah PSBB ini, masyarakat sudah betul sadar terkait dengan protocol kesehatan itu,” ujarnya.
Menurutnya, jika ini dipatuhi maka diharapkan mampu menekan angka penyebaran COVID-19 di Sumsel khususnya Kota Palembang. Mengingat, masyarakat juga berperan penting dalam penanggulangan bencana COVID-19 ini.
“Kita tidak bisa mematok penurunan dari kasus ini. Tapi, tentunya ini akan dievaluasi agar lebih baik kedepannya,” tutupnya.
Seperti diketahui, salah satu pedagang di Pasar Semai, Sekip, Palembang berinisial N, 53, harus meninggal dunia dengan status reaktif COVID-19 usai dilakukan pemeriksaan Rapid Tes, Senin kemarin. N meninggal dunia setelah dirawat selama tiga hari di RS Pusri.
Saat ini, tim gugus tugas tengah melakukan penelusuran atau tracing terhadap warga yang telah kontak dengan pasien. Bahkan, beberapa pedagang di pasar tersebut menjalani rapid tes. (lim)

















