PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC kembali ditinggalkan pemain jelang berakhirnya transfer window putaran II Liga 2 2019. Kali ini Alexander yang berposisi sebagai penjaga gawang mengundurkan diri dari skuat Laskar Wong Kito.
Kabar ini disampaikan Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin, Sabtu (24/08) siang. Menurut HZ, Alexander menghubungi manajemen dan menyampaikan niatnya untuk keluar dari Sriwijaya. Tak ingin menghalangi karier pemainnya itu, manajemen pun menyetujui keinginan pemain asal Banyuasin, Sumatra Selatan ini.
“Alexander kiper ketiga Sriwijaya FC tadi pagi menyatakan keinginan keluar dan kita menyetujuinya. Sebagai penggantinya adalah (pelatih kiper) Ferry Rotinsulu dan Senin (26/08) kita daftarkan,” ujar HZ.
Dihubungi terpisah, Pelatih Kiper Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu mengaku kaget dengan mundurnya Alexander. Sebab keputusan ini begitu tiba-tiba.
“Saya ditelpon Mas Kas (Hartadi) tadi pagi bahwa si Alex mengundurkan diri, kaget juga gitu loh. Padahal saya menginginkan kalau seorang pemain memutuskan jadi pemain profesional, semua risiko harus diterima, apapun itu,” ujar Ferry.
Menurut Ferry, meski kaget dengan keputusan anak asuhnya itu, namun tim pelatih menyepakati untuk tidak menahan pemainnya itu.
“Kita tidak bisa menahannya ya kan, mungkin dia ada tawaran dari Liga 1, ya mungkin itu yang terbaik bagi dia. Gak jadi masalah buat kita,” tegas legenda hidup Sriwijaya FC ini.
Ferry mengakui, sebenarnya Alexander diharapkan mau bertahan di Sriwijaya. Sebab, selain talenta Sumsel, kariernya juga masih panjang.
“Pada intinya menjadi seorang goalkeeper atau seorang pemain harus terima risiko. Mau kiper nomor 1, nomor 2 ataupun 3, itu sudah jadi hal biasa. Yang jelas saya pribadi sangat menyayangkan keputusan dia itu,” kata Ferry.
Minimnya kesempatan bermain yang dituding sebagai alasan mundurnya Alexander, Ferry menegaskan bukan karena alasan suka atau tidak suka memutuskan kiper yang turun bermain. Sebab sebagai tim profesional, maka pelatih pun ingin selalu menurunkan pemain yang terbaik di setiap laga.
“Saya sebagai pelatih bukan tidak mau memainkan dia. Sriwijaya ini tim profesional, siapa yang terbaik itu yang kita mainkan. Kita lihat di latihan, masa persiapan, uji coba, keputusan bukan hanya saya ambil sendiri. Kita ada tim pelatih yang selalu berkomunikasi siapa yang bakal kita turunin, bagaimana evaluasi di latihan dan lain sebagainya,” tutur Ferry.
Ferry yang setengah musim ini melatih Alexander pun mendoakan keputusan yang diambil merupakan yang terbaik.
“Saya mengharapkan dia di klub barunya menjadi lebih baik. Mungkin rezeki dia disitu, saya selalu mendukung dia, mendoakan dia yang terbaik. Yang jelas terima kasih, sudah berlatih selama di Sriwijaya ini,” tukas mantan kiper timnas Indonesia ini. (ije)
















