SEKAYU, fornews.co – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali diganjar penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas gelaran pelatihan guru dengan peserta terbanyak di Indonesia.
Terdata, ada sebanyak 1.500 pahlawan tanpa tanda jasa dari PNS dan Honor yang ikut serta dalam pemecahan Rekor MURI yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba bersama Sampoerna Foundation di Stable Berkuda Sekayu, Selasa (26/11). Kegiatan ini digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional.
Upaya peningkatan kompetensi dan kualitas tenaga pendidik di Muba bukan hanya kali ini saja yang sudah dilakukan Pemkab Muba dalam skala besar, namun sebagai daerah pilot project program Sekolah Gratis, Muba juga telah melakukan pertukaran guru Muba ke Margareth River School di Australia.
Manajer Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Andre Purwandono mengaku, pihaknya kagum atas kegiatan pelatihan dan mengajar di Muba dalam jumlah guru terbanyak tersebut.
“Pemecahan rekor ini bukan semata karena banyak jumlah gurunya saja, tapi output peningkatan kompetensi dalam skala besarnya itu yang membuat MURI takjub dan kagum,” katanya.
Sementara itu, Head of Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach, Gusman Yahya mengatakan, program mengajar dan pelatihan sering dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, namun baru di Kabupaten Muba yang melaksanakannya dalam jumlah atau skala yang besar.
Festival Diseminasi Musi Banyuasin ini selain memperkenalkan strategi pembelajaran aktif, juga sebagai awal dari tradisi pelatihan dan pendampingan rekan sejawat yang berkelanjutan sebagai bagian dari Pembelajar Musi Banyuasin yang mandiri. Kesempatan ini juga untuk memperkenalkan pada masyarakat luas tentang kualitas program pengembangan profesi guru yang sudah dilakukan di lingkungan Musi Banyuasin. Dalam Festival Diseminasi ini, 58 diseminator dari program LSP dan PBG mendiseminasikan materi yang telah mereka dapatkan dalam 2 tahun terakhir.
“Lighthouse School Program dan Pusat Belajar Guru, keduanya merupakan program unggulan yang dirancang oleh Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach untuk menjawab tantangan dalam dunia pendidikan Indonesia. Kesenjangan yang timbul antara pendidikan di kota besar dan daerah maupun kabupaten, mendorong kami untuk membuat sebuah program berkelanjutan yang ditujukan pada peningkatan kompetensi guru dan kualitas pendidikan di sekolah,” ujarnya.
“Dengan implementasi program yang sudah berjalan di Kabupaten Musi Banyuasin, keempat sekolah sasaran dapat menjadi sekolah rujukan karena prestasi dan kualitasnya yang baik. Para guru juga diharapkan dapat terus membagikan pengalaman belajar dan mengajar mereka kepada guru lainnya sehingga akan mempercepat proses peningkatan kualitas pendidikan di Musi Banyuasin,” tambahnya.
Bupati Muba Dodi Reza Alex menyebutkan, dirinya akan terus memperhatikan peningkatan kualitas dan kompetensi guru di Muba khususnya hingga ke daerah pelosok.
“Jadikan momentum ajang peningkatan kompetensi dan kualitas untuk mendidik anak-anak generasi bangsa khususnya di Muba,” ujarnya.
Dodi juga mengajak, tenaga pendidik guru di Muba untuk terus melek teknologi serta selalu percaya diri dalam mendidik anak-anak.
“Kita jadikan pendidikan di Muba ini berkualitas untuk menyokong Muba Maju Berjaya di Tahun 2022,” tukasnya. (ije)
















