SEKAYU, fornews.co – Bertepatan dengan Hari Toilet Sedunia, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex memulai gerakan pembongkaran seluruh bong (WC terapung di sungai) di Kabupaten Muba dan memfasilitasi toilet untuk warganya, Kamis (19/11).
“Kita komitmen mewujudkan Muba Zero Open Defecation Free (ODF). Kita tidak ingin warga Muba masih ada yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Jadi hari ini seluruh bong di Muba kita bongkar dan warga harus BAB di toilet yang layak,” ujar Dodi pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 dan Penggalangan Komitmen Desa/Kelurahan Setop Buang Air Besar Sembarangan Tahun 2021 di Opproom Pemkab Muba, Kamis (19/11).
Dodi menegaskan, di tahun 2021 Kabupaten Muba harus bebas dari bong dan semua warga Muba hingga ke daerah pelosok difasilitasi toilet yang layak.
“Alhamdulillah juga gerakan pembongkaran bong ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dan saya targetkan tahun 2021 tidak ada lagi bong yang berdiri di pinggiran sungai,” tegasnya.
Bahkan Dodi akan mengadakan Lomba Toilet paling bersih untuk OPD. “OPD dengan toilet paling bagus, paling bersih dapat penghargaan dan TPP-nya kita naikkan,” katanya.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Imran Agus Nurali mengapresiasi gerakan inovasi Muba Bergeraks (Muba Bebas Berak Sembarang) yang digagas Pemkab Muba di bawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex.
“Ini gerakan yang sangat luar biasa, tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan namun gerakan ini langkah konkret menjaga kesehatan warga masyarakat Muba. Gerakan Muba ini sudah curi start demi kesehatan warganya,” tuturnya.
Menurut Imran, gerakan pembongkaran bong yang dilakukan Pemkab Muba ini dapat diikuti daerah lainnya di Indonesia sebagai upaya gerakan nyata mewujudkan lingkungan yang bersih dan menjaga kesehatan warga.
“Terus terang saya takjub dengan Muba, kabupaten ini sangat bersih dan menjaga lingkungannya,” katanya.
Senada dikatakan Duta Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Indonesia, Ikke Nurjanah. Ikke mengaku, apa yang telah dilakukan Kabupaten Muba dengan program pembongkaran bong langkah konkret menghilangkan kebiasaan BAB sembarang.
“Saya ucapkan selamat kepada Kabupaten Muba, terlebih memiliki kepala daerah seperti pak Bupati Dodi Reza yang sangat komitmen menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan warganya,” tuturnya.
Senior Manager Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Awan Raharjo mengapresiasi inovasi yang dilakukan Bupati Muba Dodi Reza Alex pada hari ini yang bertepatan dengan Hari Toilet Sedunia dan juga Peringatan Hari Kesehatan yang ke-56. MURI mengapresiasi dan mencatat sebuah prestasi, karya dan karsa yang superlatif yaitu bentuk kegiatan bisa bersifat massal, ataupun bentuk kegiatan yang bersifat luar biasa seperti ini. Untuk meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat dengan bentuk kegiatan inspirasi yang positif, yaitu dengan dilaksanakan pembongkaran 782 bong atau jamban terapung.
“Sungguh suatu yang luar biasa, dan diharapkan kedepannya Muba menjadi Zero ODF dan masyarakat Muba memiliki kualitas kesehatan untuk bersanitasi. Atas capaian tersebut MURI menganugerahkan Piagam Penghargaan Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Pemkab Musi Banyuasin,” jelasnya.
Dalam kesempatan Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-56 dan Penggalangan Komitmen Desa/Kelurahan Setop Buang Air Besar Sembarangan Tahun 2021 di Opproom Pemkab Muba tersebut, Bupati Muba Dodi Reza Alex bersama Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Imran Agus Nurali juga mengukuhkan Pengurus Forum Kabupaten Muba Sehat yang dipimpin Thia Yufada Dodi Reza.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan Penghargaan kepada tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan berprestasi, desa dan Kecamatan dalam Kabupaten Musi Banyuasin serta bantuan kendaraan operasional ambulans dan bantuan bus kesehatan untuk rujukan rawat jalan jalur Sanga Desa ke RSUD Sekayu yang merupakan bus rujukan pertama di Indonesia. (ije)

















