PALEMBANG, fornews.co – Transformasi yang dilakukan PSSI pada Tim Nasional (Timnas) Indonesia sudah sesuai jalur. Lewat program naturalisasinya, otorita sepakbola tertinggi di Tanah Air itu menjadikan Skuad Garuda menjelma menjadi tim yang lebih gahar.
Saat ini, Timnas Indonesia lagi dirancang untuk menuju ke Piala Dunia 2026, dan saat ini perjalanan masih pada kualifikasi putaran ketiga. Skuad Garuda sendiri berada di Grup C zona Asia, bersama Jepang, Arab Saudi, Australia, Bahrain, Tiongkok.
Nah, menuju bergulirnya semua pertandingan di putaran ketiga tersebut, ternyata menjadi pikiran tersendiri bagi seorang Nathan Tjoe-A-On. Karena sejak resmi di naturalisasi, Nathan, memberikan kontribusi besar untuk Timnas.
Sebaliknya, Nathan juga bangga bisa menjadi bagian dari Skuad Garuda. Bahkan, dia bertekad selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia pada setiap penampilannya.
“Selalu menjadi sebuah kehormatan bisa bermain untuk tim nasional Indonesia. Ini membawa semangat dan dorongan ekstra bagi saya. Kehormatan besar bisa bermain untuk negara ini. Di Indonesia, khususnya dukungan fans dan masyarakat sangat besar. Ini gila, benar-benar memberi Anda dorongan,” ujar dia, seperti dikutip dari FIFA.com.
Pemain kelahiran Rotterdam, Belanda, 22 Desember 2001 itu, merampungkan proses naturalisasinya pada Maret 2024 dan debut pertama saat Indonesia bentrok dengan Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde kedua. Lalu, Nathan juga menjadi tulang punggung di tim U-23 Indonesia.
Bicara tentang Timnas Indonesia dan peluang terbang ke Piala Dunia 2026, Nathan menyatakan, bahwa belajar dari pengalaman internasionalnya bahwa Timnas bisa menunjukkan kepada tim atau negara lain betapa bagus kami sebenarnya.
Begitu juga dengan Timnas U-23, Indonesia mengalahkan beberapa negara yang sangat bagus, karena rasa percaya pada diri sendiri. Jadi itulah yang dilakukan pada tim senior, pemain juga percaya pada diri sendiri dan yakin bisa melakukan sesuatu.
“Kami sangat antusias dengan apa yang akan kami hadapi. Kami harus mempersiapkan diri saat pramusim di klub kami dan mendapatkan diri dalam kondisi terbaik untuk menghadapi pertandingan-pertandingan yang akan datang dan menjadi bugar untuk tampil sebaik mungkin,” kata dia.
Pemain Swansea City itu mengungkapkan, lawan-lawan Indonesia pada grup C zona Asia ini penuh dengan banyak kualitas. Namun, bagi dia Indonesia juga punya banyak kualitas. Tentu Indonesia tidak boleh takut dengan tim-tim ini, karena ini adalah sepak bola, segalanya bisa terjadi.
“Kami hanya perlu menganalisa dengan baik bagaimana cara mereka bermain dan di mana peluang kami berada, lalu kami harus bisa memanfaatkan kelemahan mereka dan menunjukkan kualitas kami,” ungkap dia.
Dari lubuk hati yang paling dalam, Nathan ingin memastikan akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa mewujudkan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
“Saya kira bagi setiap pemain, jika saya berbicara mewakili semua pemain di tim kami, itu (lolos ke Piala Dunia) adalah impian,” jelas dia.
Nathan menuturkan, saat masih muda dan masih kecil, semua pemain selalu bermimpi bermain di panggung besar. Jika pemain itu mampu mencoba untuk mendapat kesempatan tahapan atau akhir turnamen di kualifikasi, maka harus melakukan semua yang bisa untuk mencapai tujuan itu.
“Tentu ini sangat berarti bagi kami, mimpi yang bisa menjadi kenyataan bagi kami sebagai pemain dan juga negara ini, tentu saja. Apalagi, dengan format baru ini, ada lebih banyak peluang bagi wakil Asia untuk lolos ke Piala Dunia,” tutur dia.
Nathan menilai, Indonesia juga punya peluang bagus untuk lolos. Indonesia memiliki tim yang bagus dan sedang berkembang. Bila melihat pertandingan seperti pada Maret dan pertandingan di bulan Juni, sudah terlihat perbedaan besar dalam gaya bermain Indonesia.
“Jadi, ya, jika kami terus berkembang, saya pikir kami memiliki peluang yang sangat bagus. Saya memiliki pemain-pemain yang saya sukai, yang ingin saya jadikan panutan ketika saya masih muda, namun mereka tidak bermain di posisi saya seperti Lionel Messi,” ujar dia.
Ketika menjadi seorang pesepakbola profesional, terang Nathan, star syndrome menjadi momok bagi banyak pesepak bola muda di seluruh dunia, tak terkecuali para bintang muda Indonesia. Hanya yang memiliki mentalitas baja yang bisa menghadapi dukungan sekaligus tekanan yang dihadirkan para penggemar.
Jadi, sambung dia, betapa pentingnya memiliki sikap yang benar dalam hal ini agar tidak mengalami kejatuhan. Karena, ketika tampil bagus bersama tim nasional, orang-orang memunculkan ekspektasi, tapi pemain harus tetap fokus, tidak boleh terpengaruh dengan apa yang ada di media dan sebagainya.
“Kami tahu ke mana tujuan kami berasal dan apa yang bisa kami lakukan dan kami percaya pada diri kami sendiri. Kami berbicara satu sama lain untuk menciptakan suasana terbaik dalam tim yang membuat semua orang merasa nyaman dan semua orang saling percaya dan ingin berjuang untuk satu sama lain,” terang dia.
Cara itulah, tutur Nathan, bagaimana Timnas Indonesia mengelola situasi ini dan itulah mengapa Skuad Garuda bisa tampil sebaik mungkin sebagai sebuah tim, dan sebagai pemain. Karena jika pemain merasa percaya diri dengan situasi tersebut, maka pemain itu akan bisa menampilkan performa.
Memang, perjalanan Nathan masih dalam tahap awal, namun pengaruhnya terhadap sepak bola Indonesia sudah tidak terbantahkan lagi. Saat negara ini terus menatap ke depan dengan penuh optimisme, Nathan Tjoe-A-On menjadi salah satu bagian dari pemimpin generasi ini dan yang akan datang untuk mencatat sejarah baru.
“Tentu saja, (tujuan kami) mencapai Piala Dunia bersama tim nasional, mencetak lebih banyak sejarah bersama tim nasional dan apa yang telah kami lakukan merupakan perasaan yang luar biasa,” tutur dia.
“Secara pribadi, saya ingin terus berkembang, mengetahui sampai ke level mana yang bisa saya capai. Saya pikir saya berkembang dengan baik di tim nasional, juga waktunya menunjukkan hal ini di klub, berkembang di sana dan untuk menjadikan diri saya pemain terbaik yang bisa saya lakukan,” tandas dia. (aha)

















