PALEMBANG, fornews.co – Manajemen Sriwijaya FC dalam waktu dekat akan menggelar rapat untuk menentukan besaran gaji yang akan dibayarkan kepada pemain, pelatih, dan ofisial menyusul ditetapkannya kompetisi dalam status kahar (force majeure).
Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin menerangkan, meski tim hanya bermain di laga pekan pertama, namun gaji yang diterima pemain dan ofisial dibayarkan penuh.
“Soal gaji, untuk bulan Maret sudah dibayarkan. Seluruh pemain dan ofisial menerima gaji full,” ujar HZ, Kamis (02/04) malam.
Usai menjalani partai pembuka, tim pun diliburkan menyusul dihentikannya kompetisi karena semakin meluasnya penyebaran wabah virus Corona di Indonesia. Praktis tidak ada aktivitas baik latihan maupun pertandingan setelahnya. Hal itu ditambah lagi dengan isi surat dari PSSI nomor SKEP/48/III/2020 tanggal 27 Maret 2020 yang menetapkan bahwa bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2020 adalah status dalam keadaan kahar (force majeure). Sehingga klub dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani/disepakati antara klub dan pemain, pelatih, dan ofisial atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, Juni 2020 yang akan dibayarkan maksimal 25% dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja.
“Untuk (pembayaran) gaji bulan April, Mei dan Juni, kemungkinan manajemen akan mengikuti petunjuk PSSI. Meski demikian, manajemen belum bisa mengambil keputusan resmi soal ini. Karena sebelumnya akan dibahas dulu dalam rapat manajemen tentunya bersama Dirut PT SOM,” tukas HZ. (ije)

















