PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC melaju ke babak semifinal Piala Presiden 2018 setelah menundukkan Arema FC 3-1 di Stadion Manahan Solo, Minggu (4/2/2018) malam. Hasil ini membuat Sriwijaya FC sukses membalaskan kekalahan atas Arema FC di edisi 2017.
Di Piala Presiden 2017, kedua tim juga bertemu di babak perempat final juga di Stadion Manahan Solo. Kala itu Singo Edan yang keluar lapangan dengan tersenyum setelah gol Adam Alis menjadi satu-satunya gol di pertandingan itu.
Kini Adam Alis yang membela SFC memang tak mencetak gol ke gawang Arema. Namun sepak pojok yang dikirimkannya dan diteruskan Bio Paulin ke gawang Arema menaikkan semangat pemain SFC.
SFC sendiri sebenarnya sulit berkembang di babak pertama. Tekanan pemain Arema membuat Yuu Hyun-koo dkk sulit menjalankan strategi seperti biasanya. Begitupun saat pertandingan sudah memasuki paruh kedua Arema terus menekan SFC. Bahkan sebenarnya Singo Edan memiliki kesempatan untuk unggul di menit 64 setelah wasit Dodi Setia Purnama menunjuk titik penalti karena Bio Paulin mendorong Dedik Setiawan di kotak terlarang. Namun Dedik yang mengeksekusi sendiri hadiah penalti gagal karena tendangannya ditepis Teja Paku Alam.
Justru SFC sukses membuka keunggulan melalui Bio Paulin yang menanduk bola dari sepak pojok Adam Alis di menit 67. Dilanjutkan dengan gol cantik Syahrian Abimanyu melalui eksekusi tendangan bebas kaki kiri yang menghujam tajam gawang Arema yang dijaga Kurniawan Aji di menit 71.
Menit 81 Arema kembali mendapat hadiah penalti setelah wasit menilai Alvin Tuasalamony menyikut Alfarizi. Kali ini eksekusi yang diambil Ahmad Hardianto sukses menjebol gawang Teja Paku Alam. Namun berselang 4 menit, Alberto Goncalves mengunci kemenangan usai menuntaskan bola sodoran Manuchekhr Dzhalilov. Skor 3-1 tak berubah hingga laga usai.
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengakui di babak pertama SFC terlambat merespons strategi yang dikembangkan Arema. Permainan mulai membaik di awal babak kedua, namun hukuman penalti membuat semangat pemain sempat down. Beruntung Teja Paku Alam mampu menggagalkan peluang Arema.
“Usai penalti gagal dari Arema, pemain mulai bangkit lagi kepercayaan diri dan ditandai gol Bio Paulin dan free kick indah dari Abimanyu. Lalu ditutup dengan gol Beto yang melengkapi kemenangan malam ini,” kata RD usai pertandingan.
RD pun mengapresiasi kerja keras semua pemain. Yuu dkk mampu bermain dalam tempo tinggi dan tidak tampak lelah sepanjang laga. “Kita langsung pulang ke Palembang dan pemain saya liburkan satu hari. Setelah itu baru latihan lagi untuk menghadapi Bali United. Kualitas Bali United sangat baik makanya persiapan harus lebih baik,” tuturnya.
Sementara Pelatih Arema FC Joko Susilo mengatakan, kekalahan timnya disebabkan pada mental bertanding yang belum begitu matang. Soalnya sebagian besar yang turun adalah pemain muda.
“Kegagalan penalti (Dedik) plus tertinggal 2-0 melalui situasi bola mati membuat permainan kacau. Kalau secara teknis kami tidak kalah dari SFC, hanya saja mereka lebih matang,” ujar Joko.
Kekalahan ini pun menyudahi langkah Singo Edan di pentas Piala Presiden 2018. Joko menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi jelang Liga 1. “Pastinya kita akan lakukan evaluasi untuk kompetisi,” pungkasnya. (ije)

















