PALEMBANG, fornews.co – Polemik pembayaran honor panitia pelaksana Porprov Sumsel XII di Kota Prabumulih, menemui titik terang. Hal ini setelah Plt Ketua Umum KONI Sumsel Dhennie Zainal menemui langsung Gubernur Herman Deru.
“Soal honor (panpel) Porprov, Jumat (29/11) lalu saya sudah ketemu gubernur. Didapatkan kepastian bahwa tetap dibayar dan saya disuruh ketemu Wagub dan Kepala BPKAD. Hari ini sudah ketemu dan ada titik terang (pembayaran),” ujar Dhennie Zainal ditemui di Sekretariat KONI Sumsel, Kamis (05/12) siang.
Menurut Dhennie, dari hasil pertemuan dengan Wagub dan Kepala BPKAD, KONI diminta membuat perincian item pengeluaran dan itu yang akan dibayarkan. Untuk itu KONI akan menghitung ulang beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan, di antaranya Porwil, Porprov, Bapor Korpri, dan bantuan bagi cabor-cabor.
“Kita akan rekap semua karena ini juga sudah akhir tahun. Bagus juga buat kita, supaya jangan sampai ada pengembalian-pengembalian maupun kekurangan baik bantuan cabor maupun Pra PON yang sudah dilakukan cabor,” kata Dhennie.
“Target kita Senin (09/12) selesai. Sudah saya kumpulkan bendahara, bendahara rutin masing-masing kegiatan dan sudah saya sampaikan bahwa ini akan dibayarkan apa yang dikeluarkan sehingga harus cepat diselesaikan,” imbuhnya.
Mengenai besaran dana yang dibutuhkan untuk melunasi berbagai kewajiban KONI Sumsel tersebut, Dhennie tidak dapat menjelaskannya. Sebab hitungan secara rinci ada di panitia kegiatan maupun cabor yang menerima bantuan.
“Besaran dananya (yang diperlukan) belum tahu. Seperti cabor ini kan baru kita bantu satu bulan, sisa 11 bulan. Dalam waktu 11 bulan bisa tidak meng-SPJ-kan bantuan itu. Sebab bantuan itu bervariasi, ada yang 5 juta, 3 juta, dan 2 juta. Kalau Rp5 juta kali 11 bulan berarti Rp55 juta. Itu harus cepat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai uang sudah diterima, laporan pertanggungjawaban tidak sampai. Yang jadi masalah nanti bukan di cabor tapi di KONI yang menghibahkan dana itu,” papar Dhennie. (ije)
















