SEKAYU, fornews.co – Tak hanya lewat sosialisasi dan edukasi, Pemkab Musi Banyuasin mengambil langkah nyata pencegahan kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunlah) dengan menyediakan alat berat untuk membantu warga yang akan membuka lahan perkebunan.
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Muba menyiapkan 24 unit eskavator yang disebar di tiga kecamatan. Alat itu bisa digunakan untuk pembukaan atau perbaikan lahan tanaman pangan dan hortikultura sebagai opsi tidak membakar lahan.
“Iya kita ada alat berat sebanyak 24 unit, tersebar di tiga kecamatan yaitu 6 unit di Sanga Desa, 1 unit di Lais, dan 17 unit di Kecamatan Lalan,” ujar Kepala Dinas TPHP Muba, Thamrin, Senin (31/08).
Menurut Thamrin, untuk pemanfaatan alat berat tersebut, sistemnya pinjam pakai. Masyarakat bisa meminjam alat berat tersebut dengan biaya swadaya.
“Dengan peminjaman alat berat eskavator ini, diharapkan bisa menambah luas lahan baku tanaman pangan hortikultura yang berguna untuk meningkatkan produksi komoditi tanaman tersebut,” katanya.
Thamrin menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin meminjam alat berat untuk membuka lahan, maka harus membuat permohonan pinjam pakai kepada Dinas TPHP Kabupaten Muba.
“Bisa perorangan dan bisa juga kelompok. Siapa saja boleh datang ke Dinas TPHP Kabupaten Muba untuk mengajukan permohonan pinjam pakai alat berat eskavator tersebut. Tidak harus kelompok namun bisa juga perorangan untuk bisa mengajukan pinjam pakai,” terangnya.
Thamrin mengatakan, penyediaan alat berat itu sejalan dengan program Bupati Muba Dodi Reza Alex yakni dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menjadikan Kabupaten Muba ini sebagai daerah zero asap.
Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas TPHP Muba, Sumartono menambahkan, alat berat tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian sehingga siapa saja boleh pinjam pakai.
“Alat berat ini tidak boleh dipergunakan untuk yang lainnya, misalkan untuk kebun sawit atau pembukaan lahan sawit. Jadi alat berat ini hanya boleh dipergunakan untuk membuka lahan tanaman pangan dan hortikultura,” ujarnya.
Terpisah, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengatakan, meski hot spot dan fire spot saat ini tercatat masih zero di Kabupaten Muba, namun Pemkab Muba harus tetap gencar menyiapkan langkah-langkah pencegahan agar kebakaran hutan, kebun, dan lahan tidak kembali berulang.
“Persoalan Karhutbunlah yang terjadi ini menjadi persoalan serius bagi kita, maka dari itu tidak main-main dalam upaya pencegahan ke depan. Pemkab Muba sudah menyiapkan alokasi dana cukup besar untuk penyediaan sarana prasarana pencegahan Karhutbunlah. Maka dari itu dengan adanya Brigade Alat Berat agar masyarakat dapat memanfaatkan pembukaan atau perbaikan lahan dengan tidak membakar lahan, namun menggunakan alat berat,” kata Dodi. (ije)
















