JAKARTA, fornews.co – Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi beraudiensi ke Kantor Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (11/12). Tujuan audiensi ini untuk berkonsultasi mengenai Kartu Pra-Kerja di Kabupaten Muba.
Wabup didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muba Yusuf Amilin, dan diterima oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Dr Ruslan Arianto Simbolon, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Dr Reyna Usman, Staf Ahli Menteri Bidang Kerja Sama Internasional Suharto, dan Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan Soes Indarno.
Dalam kesempatan tersebut Beni menyampaikan bahwa Pemkab Muba menyambut dan ingin memanfaatkan dengan maksimal Kartu Pra-Kerja.
“Untuk itu kami mulai mendatangi kantor-kantor kementerian di pusat, karena banyak masyarakat kami yang mempertanyakan mengenai Kartu Pra-Kerja, yang sebetulnya merupakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan yang kemudian ada mendapatkan semacam insentif dari pemerintah. Pertemuan awal ini ini kami harapkan akan ditindaklanjuti pada saatnya nanti,” ujar Beni.
Selanjutnya, Beni menyampaikan rencana Pemkab Muba yang akan membuka Balai Latihan Kerja (BLK) Hulu Migas di Muba. “SDM Muba juga nantinya akan dilatih di BLK yang merupakan kerja sama vokasi antara Pemerintah dan swasta di bidangnya sebagai solusi tenaga kerja skill yang dibutuhkan industri Migas,” katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Beni menambahkan, Kartu Pra-Kerja memberi biaya kepada angkatan kerja yang akan dilatih sehingga tepat sasaran dan sesuai dengan potensi daerah. “Jadi, nantinya akan sinkron antara skill SDM Muba dengan potensi daerah yang kita miliki,” tuturnya.
Menanggapi yang disampaikan Wakil Bupati Muba, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Dr Ruslan Arianto Simbolon mengucapkan terima kasih atas informasi yang diutarakan Wabup Muba dan hal tersebut akan disampaikan ke Menteri Ketenagakerjaan RI.
“Harapan kami kepada Pemkab Muba supaya terus berkoordinasi terutama tentang rencana bersama. Kedepan kami akan menindaklanjuti kerja sama ini,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Dr Reyna Usman mengatakan, ada beberapa program yang dapat direalisasikan di Kabupaten Muba yakni yang pertama pemberdayaan masyarakat terkait penempatan dalam hubungan kerja dipabrik, kemudian Padat Karya Infrastruktur dan Padat Karya Produktif.
“Dua program ini bisa dikembangkan di Kabupaten Musi Banyuasin dan bisa menyerap cukup banyak tenaga kerja, untuk semua itu kami harap Pemkab Muba bisa menyampaikan proposal terkait berapa anggaran yang dibutuhkan agar bisa kami fasilitasi,” tukasnya. (ije)
















