
PENDOPO, fornews.co- Setelah menggarap 1.030 hektare (ha) di 2016, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pemkab PALI), kembali memperluas garapan cetak sawah baru. Dimana di 2017 ini, cetak sawah baru diproyeksikan 1.000 ha.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Torus Simbolon mengatakan, untuk cetak sawah baru, Februari ini juga segera dikerjakan. Cetak sawah baru tersebut terletak di tiga desa yakni di Desa Tanjung Kurung 400 ha, Desa Prambatan 400 ha, dan di Desa Pengabuan 200 ha.
“1.000 hektar lagi bakal digarap dengan syarat tanah tersebut benar-benar ada pemiliknya. Dan saat ini, baru Desa Prambatan, yang sudah lengkap syaratnya. Karena lahan tersebut milik desa setempat,” ujarnya, Kamis (02/02).
Dia mengakui, cetak sawah yang telah ditanami pada Oktober 2016 lalu, tidak semua berhasil akibat banjir yang melanda pada November silam. Sebagian sawah ada yang mengalami kerusakan dan dipastikan harus menanam ulang.
“Dalam waktu dekat ini, kita akan garap kembali lahan yang sudah ditanam, tapi rusak karena banjir pada bulan November lalu,” ucapnya, sembari mengatakan Pemkab PALI, akan menanggung bibit, pupuk serta peralatan penunjang lainnya.
Lebih jauh disampaikan Torus, dari 1.030 ha lahan yang sudah dicetak, namun belum selesai dibagikan kepada masyarakat, maka Dinas Pertanian juga bakal menggandeng Koperasi TNI untuk bersama-sama masyarakat menggarap lahan tersebut. “Tapi dengan catatan, seluruh masyarakat setuju, agar lahan tersebut tidak terbengkalai,” katanya.
Masih kata dia, untuk memaksimal produksi padi dalam menunjang lumbung padi di Sumsel, maka pintu-pintu air pun bakal segera ditambah, untuk mempermudah saluran air keluar. Serta kanal yang masih dangkal, bakal didalamkan lagi dengan menggunakan alat berat milik Kodim yang masih standby dilokasi. “Anggaran untuk menambah pintu air berasal dari APBD provinsi, dan peralatan yang bakal digunakan milik Kodim yang masih berada di lokasi,” tandasnya. (son)

















