PALEMBANG, fornews.co – Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda menyebutkan, sebanyak 66 titik kota yang rutin menjadi kawasan banjir kini sudah berkurang melalui berbagai pembangunan dan perbaikan infrastruktur saluran air.
“Dari 66 titik banjir itu sekarang sudah berkurang 33 titik. Selanjutnya, tentu 33 titik banjir yang masih ada akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkot Palembang untuk terus dikurangi,” ujar Finda, panggilan akrabnya, dibincangi di Museum SMB II Palembang, Senin (12/10).
Berbagai upaya pengurangan banjir tersebut, jelasnya, yakni melalui pembangunan infrastruktur seperti kolam retensi yang dipastikan akan ditambah secara bertahap di beberapa tempat. Lalu, upaya perbaikan drainase dengan membangun box culvert pada saluran air. Selain juga memaksimalkan fungsi Pompanisasi Sungai Bendung.
“Ini langkah kita mempersiapkan Palembang terhindar dari banjir, bersamaan dengan memasuki musim penghujan,” kata dia.
Finda juga mengakui, topografi Palembang 60% adalah kawasan sungai dan rawa. Karena itu, apabila pembangunan dalam RTRTW tidak mempertimbangkan tata lingkungan tentu kawasan banjir akan semakin bertambah.
“Tapi kalau perencanaan pembangunan matang dan sesuai, kita berharap 33 titik banjir bisa berkurang,” imbuhnya seraya enggan menyebutkan salah satu titik yang dimaksud, “Saya tidak begitu hafal,” kata dia.
Hal lainnya, ia berharap, tumbuh kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. Mengingat, bantaran sungai masih ditemukan tumpukan sampah yang mengganggu. Finda memastikan akan merutinkan kerja bakti membersihkan sungai dan menempatkan kotak sampah di pinggiran Sungai Musi dengan jarak 2,5 meter.
“Sampah pinggir sungi ni bukan dari warga sini bae, tapi bawaan dari hulu sano ke arah sini,” ujar Ketua RT 36 Kelurahan 9 Ulu, M Sadri yang menegaskan warganya sudah diarahkan untuk tidak membuang sampah ke sungai. (yas)
















