PALEMBANG, fornews.co – Sering terjadinya kecelakaan yang disebabkan truk tonase besar di jalanan Kota Palembang khususnya pada siang hari, mendapat perhatian serius Gubernur Sumsel H Herman Deru.
Menurut orang nomor satu di Sumsel ini, sebenarnya sudah cukup lama dirinya memperhatikan bahwa mobil angkutan barang yang beroperasi siang hari di Kota Palembang sudah tidak layak operasi.
“Salah satu contoh, kontainer dibawa oleh mobil-mobil tua itu bukan hanya tua tapi tua renta. Dalam satu bulan yang kecelakaan di (jalan) Demang Lebar Daun itu sudah berapa. Ada yang tidak ngangkat (nanjak) terus mundur. Ada yang sampai nabrak halaman rumah ketua DPRD Sumsel. Bahkan kemarin ada truk yang kontainernya selip nabrak mobil (di depan Griya Agung),” katanya di ruang rapat Gubernur Sumsel, Senin (27/05).
HD juga meminta kerja sama dan peran aktif dari stakeholder dalam hal ini Pelindo dan IPC Boom Baru untuk bersama-sama menekan peredaran mobil angkutan barang yang sudah tidak layak operasi.
“Saya meminta kepada Pelindo, IPC Boom Baru, jangan boleh mobil (truk) buruk masuk apalagi yang tidak layak operasi,” ujar HD.
Sementara dari sisi regulasi, sambung HD, sebenarnya Pemkot Palembang telah mengaturnya melalui Perwali Nomor 59/2011 terkait rute jalur mobil barang dalam kota yang dilarang melintas mulai pukul 06.00 – 22.00 WIB. Namun jika hal itu dirasa kurang maksimal, Pemprov Sumsel akan turun tangan mengaturnya.
“Jam operasi (truk) itu kan urusan Pemkot (Palembang), sudah benerlah Pemkot atur itu. Kalau (truk) masih bandel, kita buat Pergub,” tegas HD. (ije)

















