SEKAYU, fornews.co – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kembali menduduki peringkat pertama di tingkat Provinsi Sumsel dalam komitmennya untuk pencegahan korupsi terintegrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Bahkan secara nasional, Muba berada di urutan lima.
Penilaian ini berdasarkan progres tindak lanjut rencana aksi (Renaksi) pencegahan korupsi di tingkat nasional yang dilakukan pada delapan area intervensi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Tahun 2019.
Kepala Inspektorat Kabupaten Muba, RE Aidil Fitri mengatakan, setelah menuntaskan pelaporan dan pertanggungjawaban pengelolaan negara, pihak KPK RI melakukan penilaian area intervensi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) korupsi, yang meliputi perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, peningkatan kapabilitas APIP, dan manajemen ASN.
“Selanjutnya yaitu optimalisasi pendapatan daerah, manajemen aset daerah, dan tata kelola Dana Desa,” ujarnya, Selasa (12/05).
Adapun pelaporan yang telah disampaikan yakni Perencanaan dan Penganggaran APBD 100%, Pengadaan Barang dan Jasa 100%, Pelayanan Terpadu Satu Pintu 100%, Peningkatan Kapabilitas APIP 83%, Manajemen ASN 95%, Optimalisasi Pendapatan Daerah 97%, Manajemen Aset Daerah 88%, dan Tata Kelola Dana Desa 90%.
“Alhamdulillah, capaian ini juga tidak terlepas dari komitmen Bupati Dodi Reza Alex dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi serta OPD di Muba untuk selalu mendukung pencegahan korupsi terintegrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah,” katanya.
Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengapresiasi dan bangga atas capaian dan kerja keras OPD serta stakeholder di lingkungan Pemkab Muba.
“Ini langkah konkret Pemkab Muba untuk selalu transparan dan akuntabel dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah sehingga terwujudnya pemerintahan yang bersih,” ucap Dodi.
Dodi menambahkan, jajaran Pemkab Muba akan selalu mempertahankan dan meningkatkan kinerja demi mewujudkan transparansi serta pencegahan korupsi terintegrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah menuju Muba Maju Berjaya di tahun 2022.
“Semoga penilaian ini akan terus menyemangati dan meningkatkan kinerja OPD di lingkungan Pemkab Muba,” tukasnya. (ije)
















