PALEMBANG, Fornews.co – Kondisi pandemi Virus Corona atau COVID-19 berdampak tak menentunya keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) khususnya di Sumsel. Hal ini mengakibatkan menurunnya pendaftar jemaah haji di Bumi Sriwijaya.
Kasubag Inmas Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel, Saefuddin Latief mengatakan penurunan pendaftar jemaah haji ini terlihat sejak awal tahun atau pada April lalu. Dimana, pihaknya mencatat pendaftar haji hanya 436 orang. Padahal, di tahun 2019 lalu pada periode yang sama, jumlah pendaftar mencapai 1.310 orang.
Tak sampai disitu, penurunan kembali terjadi pada Mei, yang hanya 273 orang dari tahun sebelumnya diperiode yang sama mencapai 1.083 orang.
“Di periode tersebut penurunan terjadi sangat signifikan akibat dampak pandemi yang terjadi diseluruh negara ini,” katanya, Selasa (07/07).
Menurutnya, menurunnya pendaftar haji ini dikarenakan kondisi merosotnya perekonomian masyarakat. Ditambah lagi, tak menentunya kepastian keberangkatan haji akibat COVID-19 ini. Bahkan, CJH tahun 2020 ini terpaksa harus batal berangkat dikarenakan kondisi pandemi saat ini. Dengan tertundanya keberangkatan ini maka berpengaruh juga kepada daftar tunggu yang kini mencapai hingga 21 tahun atau 2041 mendatang.
Ia mengaku saat ini kondisi sudah berangsur membaik, terbukti pada Juni pendaftar haji kembali meningkat mencapai 817 orang. Hanya saja, jumlah tersebut masih sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 1.199 orang.
“Kami mencatat hingga saat ini ada sekitar 123.953 orang yang sudah terdaftar haji,” tutupnya. (lim)

















