PALEMBANG, fornews.co – Menilik dari kepemimpinan Alex Noerdin selama hampir 10 tahun ini, maka untuk kandidat yang bakal maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2018 mendatang, harus memiliki standar minimal yang menyamai pemimpin Sumsel saat ini.
“Kita semua tahu Pak Alex (Noerdin) sudah memimpin lebih kurang 10 tahun dengan banyak perkembangan di semua sektor. Tapi tak cukup itu saja, masyarakat juga perlu dicerdaskan beriringan dengan perkembangan daerah itu sendiri,” ujar Pengamat Sosial Politik (Sospol) Sumsel dari Universitas Sriwijaya (Unsri) , Bagindo Togar, pada acara Sarasehan bersama warga Sumsel, di Hotel Batiqa, Rabu (27/12).
Bagindo menilai, indikasi keberhasilan seorang pemimpin itu bisa dilihat dari kecerdasan masyarakat, untuk berpikir kritis terhadap pemerintahan. Jika rakyat kritis dengan pemerintahan, maka otomatis pemerintahan harus kuat dalam melakukan pembangunan.
Karena calon pemimpin Sumsel ke depan nama Alex Noerdin tidak ada lagi dalam daftar kontestan, maka untuk calon pemimpin selanjutnya harus punya standar yang sama dengan Gubernur yang sekarang.
“Sama halnya dengan Wali Kota Palembang yang saat ini sedang dijabat oleh Harnojoyo, harus memiliki kemampuan mencerdaskan rakyat, mulai dari provinsi hingga tingkat kelurahan,” papar Ketua IKA Sospol Unsri itu.
Kemudian, ungkap Bagindo, para kandidat Gubernur Sumsel juga bisa memaparkan visi misi yang jelas, dengan tujuan membawa daerah lebih baik dan memiliki masyarakat yang cerdas dan kritis dengan pemerintahan.
“Saya yakin beberapa calon pun pasti sudah mempelajari apa saja yang sudah dilakukan Alex Noerdin untuk kemajuan Sumsel. Kalau tidak lebih baik dari kepemimpinan sekarang, bisa dikatakan daerah tersebut akan gagal. Semuanya gagal, baik pembangunan, perekonomian dan pemerintahannya,” tandasnya.(tul)

















