PALEMBANG, fornews.co -Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palembang mengajak publik di Kota Palembang untuk menyaksikan momen-momen di Sumsel selama tahun 2018-2019 dalam bingkai Foto Jurnalistik Kilas Balik 2018-2019+COVID-19.
Nah, bagi masyarakat yang lupa momen-momen penting selama dua tahun tersebut, bisa menikmati dengan melihat langsung ke pameran yang di gelar di Atrium OPI Mall Palembang, dari 3 hingga 5 Desember ini.
Ketua Pelaksana Pameran Kilas Balik, Muhammad Hatta mengatakan, walau digelar ditempat tempat keramaian, namun pameran ini tetap mengedepankan protokol kesehatan.
“Kita menggelar pameran ini dengan mematuhi standar kesehatan, tetapi tetap bisa menyentuh masyarakat Palembang,” ujar dia di sela-sela pameran tersebut.
Hatta mengungkapkan, bagi masyarakat Palembang yang tidak sempat untuk ke lokasi pameran, pihaknya juga membuat pameran dalam versi virtual agar momen-momen hasil jepretan pewarta foto bisa dinikmati publik.
Versi virtual ini, sambung dia, dibuat sesuai dengan susunan pameran yang digelar di OPI Mall lengkap dengan detil gambar dan teks foto.
“Ada sekitar 300 foto hasil jepretan dari 30 Pewarta Foto Palembang yang di pamerkan. Momen foto-fotonya bermacam-macam, ada tentang kebakaran hutan dan lahan, olahraga,hingga momen masa pandemi COVID-19 ini,” ungkap dia.
Selain pameran, Hatta menambahkan,PFI Palembang juga menggelar webinar bertema fotografi. Sesi pertama tentang fotografi perjalanan akan diisi oleh pewarta foto CNN Indonesia sekaligus pegiat foto perjalanan Safir Makki.Kemudian webinar yang membahas karya foto yang berhasil bersama Evan Zumarli pewarta Foto senior Harian Sumatera Ekspres.
Sementara, Gubernur Sumsel, Herman Deru yang hadir di pameran tersebut menuturkan, sebagai satu bentuk percepatan reformasi digital di Sumatera Selatan dan menjadi sejarah tetap terjaga dengan baik, maka PFI Palembang perlu ada arsip dokumentasi yang baik.
Kemudian juga, sambung Herman Deru, bisa dirangkaikan dengan berbagai acara menarik lainnya, dengan lokasi yang strategis semakin menarik minat pengunjung untuk datang ke lokasi pameran ini.
“Bicara masalah fotografi ini bukan tangannya gambar, tetapi banyak makna dan tujuan yang harus didapat dari setiap gambar yang diabadikan. Foto yang kita abadikan dengan kamera sebaiknya bisa menceritakan apa yang terjadi,” tutur dia.
Dengan kata lain, jelas dia, memiliki rangkaian cerita sesuai tema atau gambar yang berbicara. Jadi kegiatan ini sangat bagus untuk terus dilakukan di tahun-tahun mendatang.
“Fotografer juga dapat mengasah kemampuannya juga juga dapat membantu mempromosi kegiatan pemerintah provinsi Sumatera Selatan melalui foto yang diambil,” jelas dia.
Herman Deru berharapkan, melalui kegiatan ini akan bermunculan komunitas komunitas fotografer, yang dapat menyebarkan kegiatan positif ke sesama penggemar fotografi yang ada di Indonesia, bahkan dunia.
“Dengan modal kamera dari handphone, kita dapat mengambil objek foto dengan baik dan menghasilkan foto yang berkualitas. Untuk itu pelatihan fotografi juga harus sering dilaksanaka,” tandas dia. (aha)
















