PALEMBANG, fornews.co – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk mempertahankan zero conflict, akhirnya ternoda oleh sekelompok oknum yang merusak Kapel Santo Zakaria, di Dusun II Desa Mekarsari, Kecamatan Rantau Alai, Ogan Ilir (OI), Kamis (08/03/2018) dini hari.
Munculnya peristiwa pengrusakan tempat ibadah umat Kristen itu, langsung direspon oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Menurut Alex, pengrusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut murni perbuatan kriminal.
“Kasus ini murni kriminal. Pak Kapolda sudah memberikan penjelasan soal ini dan dan telah melakukan pengejaran. Saya meminta masyarakat yang merupakan warga Asli Sumsel dan semua yang bermukim mencari makan di sini, untuk tetap menjaga kerukunan bersama,” kata Alex saat memberikan keterangan pers di Griya Agung, Kamis (08/03/2018) sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengrusakan tempat ibadah ini dilakukan oleh orang 6 yang belum diketahui identitasnya, pada Kamis (08/03/2018) dini hari atau sekitar pukul 00.30 WIB. Kasus ini juga telah ditindaklanjuti oleh jajaran Polda Sumsel.
Alex melanjutkan, dari laporan para pemuka agama yang ada di Ogan Ilir, selama ini kondisi keberagaman sangat terjaga sejak 1985. Kapel yang telah berdiri sejak dari tahun 2.000 tersebut membawahi 60 jamaah di wilayah Rantau Alai.
“Kepada kepala daerah beserta jajaran aparat keamanan untuk terus menjaga kondusifitas untuk semua masyarakat. Sebagai gubernur dan sebagai masyarakat Sumsel, saya meminta untuk menjaga kondusifitas. Kita selama ini selalu bangga dengan Zero conflict dan itu terbukti, mari kita jaga ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ustaz Hendra Zainuddin dari Forum Keberagaman Umat Beragama (FKUB), juga meminta kepada semua masyarakat untuk menahan diri dan persoalan ini agar tidak perlu dibesar-besarkan.
“Selama ini kita sudah rukun dan Sumsel sudah terkenal dengan zero conflict. Mari kita jaga bersama kerukunanan ini dan tidak terpancing dengan oknum-oknum yang akan memecahbela masyarakat Sumsel, karena sebentar lagi kita akan mengadakan dua even besar yakni Pilkada serentak dan Asian Games,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad mengatakan, pihaknya telah menuju ke TKP bersama Dandim OKI – OI untuk melihat dan mengecek kondisi rumah ibadat tersebut.
“Dari pantauan kami kondisi sudah kondusif dan semua kerusakan sudah dibersihkan oleh warga sekitar, beragam agama yang bergotong royong,” tandasnya. (bas)

















