PALEMBANG,fornews.co-Akhirnya manajemen PT SAP dan PT Sumber Beton Pelangi (SBP) memenuhi tuntutan warga Bumi Mas dan Tanah Mas, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.
Dalam surat Komitmen Perusahaan yang ditulis dan ditandatangani Manajer Operasional PT SBP, M Juhaini Awis diatas materai dan 15 orang perwakilan dari warga Bumi Mas dan Tanah Mas, Jumat (11/01), menyatakan PT SBP bersedia melakukan pengecoran ulang jalan Sengkiong seperti semula dengan standarisasi ready mix (beton bertulang).
“PT SBP akan melakukan perbaikan gorong-gorong yang rusak di Jalan Sengkiong dan terakhir pekerjaan tersebut akan dilakukan penuh oleh PT SBP terhitung tanggal 18 Januari 2019. Demikian surat pernyataan komitmen perusahaan ini dibuat bersama dengan warga Bumi Mas dan Tanah Mas,” tulis Manajer Operasional PT SBP, M Juhaini Awis, dalam surat tersebut.
Sebelum adanya komitmen perusahaan tersebut, Forum Komunikasi Warga Tanah Mas Bersatu (KF Tanah Mas) menyatakan sikap, mendesak PT SAP dan PT SBP untuk segera melakukan perbaikan (cor ulang) Jalan Sengkiong seperti semula. Apabila tuntutan tersebut tidak diindahkan, maka warga akan melakukan aksi yang lebih banyak lagi dengan tuntutan yang lebih mendalam.
Koordinator Aksi, M Hasbi mengatakan, kawasan Jalan Sengkiong yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin sekitar tahun 2014-2015 dengan melakukan pengerasan dengan cara cor beton itu, banyak mengalami kerusakan dan berlubang.
“Saat ini, titik-titik jalan yang berlubang itu menjadi tempat genangan air saat hujan dan telah menyebabkan banyak kecelakaan yang sampai merenggut nyawa korban. Bukan itu saja, akibat kerusakan Jalan Sengkiong yang parah ini, menyebabkan kemacetan yang cukup parah disaat jam-ham tertentu,” katanya, di sela-sela aksi, didampingi Koordinator Lapangan, yakni Ahmad Syukri (RT38), Sulkani (RT 39), Amat Zazuli (RT 35), A Gani Amin (RT 11) dan Armayan (RT 08), Jumat (11/01) siang.
Menurut pengakuan seluruh warga, sambungnya, penyebab kerusakan dan munculnya lubang besar di Jalan Sengkiong itu, lantaran aktifitas dari PT SAP dan PT SBP yang melintasi jalan tersebut dengan menggunakan kendaraan bertonase besar.
“Ini dapat dilihat dari sebagian Jalan Sengkiong, bahwa yang tidak dilewati oleh kendaraan yang bertonase besar milik perusahaan tersebut tidak mengalami kerusakan yang cukup parah. Dengan kondisi ini, maka masyarakat Tanah Mas meminta pertanggungjawaban terhadap kedua perusahaan tersebut,” tandasnya. (tul)

















