
BATURAJA, fornews.co – Lambannya perbaikan infrastruktur jalan lintas Sumatera (Jalinsum), terutama jalan penghubung Prabumulih-Baturaja, dan Baturaja-Muaraenim, dinilai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Siska Marleni, hal tersebut bukan dari masalah perencanaan, melainkan kemampuan keuangan negara.
“Saya berpikir positif. Saya yakin teman-teman dan pemerintah daerah perencanaannya sudah baik. Namun, sekarang ini memang kondisi keuangan memang tidak memungkinkan,” ujar Siska, menjawab pertanyaan wartaan di Baturaja, OKU, Kamis (16/02).
Dia mencontohkan, diketahui jalan negara itu kewenangan pemerintah pusat. Meski ada uang, pemerintah daerah tidak bisa menggunakan anggaran untuk perbaikan jalan. “Misalnya di depan rumah kita ada jalan rusak. Kita pemerintah daerah tidak bisa memperbaiki jalan tersebut jika jalan tersebut milik negara. Kalau diperbaiki pastinya ada permasalahan di belakang misalnya penemuan BPK. Ini yang menjadi kesulitan,” jelasnya.
Menurur Siska, yang pastinya pemerintah daerah sudah maksimal untuk perencanaan terkait infrastruktur jalan ini. “Namun mau bagai mana, memang kondisi keuangan yang mengalami devisit. Apalagi, daerah masih bergantung dengan dana pusat. Sementara dana DAK dan DAU juga masih terutang,” ucapnya.
Mengenai dana transfer ke daerah baik DAK dan DAU yang terhutang pada tahun 2016 kemarin, dari hasil RDP dengan Menteri Keuangan dikatakan, seluruh dana DAK dan DAU yang menjadi piutang daerah ke pihak ketiga khususnya, akan dibayarkan tahun inu, tanpa membebani APBD 2017. “Kita mengawal dana transfer daerah. Apakah DAU atau DAK. Tentunya besaran dan penggunaannya harus berkesuaian memang untuk kesahteraan daerah,” katanya.
Disamping itu, ia menjelaskan, saat ini sedang digodok Komisi V DPR tentang undang-undang jalan. Sebetulnya untuk mengakomodir insfrastruktur jalan. Pada tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi. “Regulasi memang harus dibenari. Infrastruktur jalan ini sudah menjadi masalah klasik di negara. Ini wajar terjadi, jalan tidak pernah bagus. Sebab, kita nambah jumlah jalan terus. Nah, dengan kondisi keuangan bagaimana kita benahi, sementara sekarang jalan bertambah terus,” tandasnya. (wil)

















