BATURAJA, fornews.co – Groundbreaking pembangunan peningkatan Akses jalan darat Batu Kuning–Kurup, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sepanjang 11 kilometer, langsung dilakukan Gubernur Sumsel, Herman Deru Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, Senin (1/12/2025).
Seperti diketahui, ruas Batu Kuning–Kurup merupakan salah satu dari 16 kegiatan infrastruktur di Kabupaten OKU. Ada tiga kegiatan sektor Sumber Daya Air (SDA) dengan total anggaran Rp86 miliar.
Dari jumlah itu, Rp77 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan dan Rp9 miliar untuk rehabilitasi irigasi. Panjang fungsional ruas Batu Kuning–Kurup mencapai 11 kilometer, dengan pekerjaan efektif sepanjang 900 meter dan lebar 7 meter menggunakan anggaran Rp7 miliar.
Herman Deru menyatakan, jalan Batu Kuning–Kurup ini merupakan satu urat nadi aktivitas warga, yang kelayakan jalannya sangat mempengaruhi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kita ingin menjawab keinginan masyarakat untuk memperbaiki jalan di Kabupaten OKU, khususnya ruas Batu Kuning–Kurup,” ujar dia, didampingi Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, usai groundbreaking pembangunan peningkatan Jalan Cor Batu Kuning–Kurup, Senin (1/12/2025).
Kerusakan jalan selama ini, kata Herman Deru, disebabkan oleh tingginya intensitas kendaraan besar yang melintas. Banyak truk bermuatan berat mengalihkan rute ke jalan kabupaten, karena ada perlintasan kereta api rendah pada jalan nasional, sehingga jalur alternatif ini menjadi pilihan.
“Kita perbaiki jalan ini supaya arus logistik tetap berjalan baik. Namun, tentu dibutuhkan kesadaran pengguna jalan, terutama pengendara truk besar, karena jalan ini dibangun dengan uang rakyat dari pajak yang dibayarkan,” kata dia.
Herman Deru mengungkapkan, peningkatan ruas jalan ini juga merupakan bagian dari konstruksi berkelanjutan yang akan dilanjutkan hingga tahun depan. Pemprov Sumsel menargetkan seluruh ruas dapat tuntas secara menyeluruh untuk memastikan kelancaran akses warga.
“Penggunaan dana itu difokuskan pada peningkatan kualitas dan kekuatan jalan, agar lebih mampu menahan beban kendaraan yang melewati jalur tersebut,” ungkap dia.
Pemprov Sumsel, jelas Herman Deru, juga akan berdiskusi dengan PT KAI untuk mencari Solusi, terhadap kondisi perlintasan kereta api yang menjadi penyebab kendaraan besar mengalihkan jalur. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan yakni, pembangunan underpass untuk meminimalkan kemacetan dan potensi kecelakaan.
Lalu, terhadap keselamatan pengguna jalan, dia mengingatkan pentingnya disiplin pengendara, terutama terkait pelanggaran Over Dimension Overloading (ODOL). Pelanggaran ODOL tidak hanya merusak jalan, tetapi juga membahayakan masyarakat yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut.
“Ini jalan utama. Aktivitas warga di sini tinggi, mulai dari berangkat kerja hingga mengantar anak sekolah. Jangan sampai ekonomi masyarakat terhambat gara-gara kendaraan besar tidak disiplin,” tegas dia.
Sementara, Bupati OKU Teddy Meilwansyah menuturkan, pembangunan ini sangat berarti bagi masyarakat, yang selama ini harus beraktivitas di tengah kondisi jalan yang rusak.
“Jalan ini sudah lama dinantikan masyarakat. Banyak kejadian bukan hanya kerugian materi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. Kami berharap dukungan seperti ini berlanjut di tahun depan dan seterusnya,” tandas dia. (aha)
















