JOGJA, fornews.co — Teater Srikandi Pendapa Ndalem menggelar potong tumpeng sebelum pementasan “Selamat Pagi Donna”, di Zuaras resto, Jalan Magelang, Sleman, Ahad, 30 November.
“Selamat Pagi Donna” merupakan naskah adaptasi reportase karya Ina Sita Nur’aina yang akan dipentaskan pada Rabu 10 Desember 2025 pukul 19.00 WIB di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Drama ini mengangkat elegi kemanusiaan tentang Murni (Donna), seorang perempuan korban kekerasan ayah kandungnya sendiri yang kemudian terjerumus menjadi pekerja seks.

“Selamat Pagi Donna” yang disutradari oleh Inung Nuramin Linggau akan dimainkan oleh Teater Srikandi melibatkan aktris Kayla Merry dan Cinta Laras.
Teater ini diperkuat tim profesional, di antaranya Dr. Memet Chairul Slamet (penata musik), Deddy Ratmoyo (koreografer), Joni Asman (videografi), dan Hr. Jadug Pitoyo (penata artistik).
“Awalnya naskah ini saya tulis untuk monolog. Namun, direspon Teater Srikandi untuk digarap menjadi pementasan besar,” sebut Ina Sita Nur’aina yang juga menjadi narator “Selamat Pagi Donna”.
Ia sebelumnya tidak mengira jika naskah monolognya juga direspon GRK ASDRAFI melalui Sekjen ASDRAFI.


Teater Srikandi yang berkolaborasi dengan ASDRAFI memantapkan Sita untuk turut terlibat penggarapan “Selamat Pagi Donna” pementasan drama sinema.
“Kisah ini mengangkat realitas sisi kehidupan wanita. Bahwa wanita harus survival di dalam mengatasi problema kehidupan,” ujar Rina Nikandaru selaku Pimpro “Selamat Pagi Donna”.
Rina mengungkapkan naskah yang diadaptasi dari reportase karya Ina Sita Nur’aina ini dikemas lebih sastra dan lebih artistik oleh Teater Srikandi sehingga tidak terkesan vulgar.

Pihaknya berharap dipentaskannya “Selamat Pagi Donna” menjadi catatan penting terhadap seni peran di Indonesia mengetahui Teater Srikandi selalu bekerja sama dengan ASDRAFI.

















