PALI, fornews.co – Merespons pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan oleh Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan siap membantu. Di antaranya perbaikan jalan dan pembangunan rumah sakit.
Herman Deru mengatakan, untuk perbaikan jalan di Pali, Pemprov Sumsel akan membantu dana sebesar Rp25,6 miliar pada tahun 2019. Sedangkan dana bantuan penyelesaian pembangunan rumah sakit Pratama Pali, sebesar Rp15 miliar.
“Yang tidak kalah penting perlu kita perjuangkan adalah nasib para guru dan petugas kesehatan. Untuk menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Pratama Pali, Rp15 miliar bantuan Provinsi nanti kita anggarkan paling lambat pada ABT. Karena sehat itu penting. Tak ada guna banyak duit kalau penyakitan,” kata HD saat menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan Deklarasi Kabupaten ODF/SMS (Setop Meseng Sembarangan) tingkat Kabupaten Pali, Kamis (20/12).
HD mengatakan, Kabupaten Pali meskipun sebagai daerah baru dan memiliki APBD yang masih sangat terbatas, namun semangat untuk membangun daerah sungguh luar biasa.
“Jika semua pihak bersinergi, dana bisa diatasi,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, HD mengucapkan selamat kepada Kabupaten Pali yang telah mendapatkan skor tertinggi penilaian sanitasi total berbasis masyarakat di Indonesia.
“Semoga ini akan dicontoh bagi Kabupaten/kota lain di Sumsel bahkan di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Bupati Pali Heri Amalindo menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan Gubernur Sumsel Kabupaten Pali berupa bantuan dana CSR Rp10 miliar untuk stadion olahraga dan balai pelatihan kerja dengan nilai yang sama, Rp10 Miliar.
“Kabupaten Pali sekarang ini tengah membangun rumah sakit. Namun dananya masih kurang. Mohon bantuan dari ibu menteri kesehatan dan bapak gubernur untuk menyelesaikan rumah sakit kita ini,” katanya.
Terkait Deklarasi Program Setop Meseng Sembarangan (SMS), Ketua TP PKK Pali, Sri Kustina dalam laporannya mengatakan, Kabupaten Pali terdiri dari 5 kecamatan, 65 desa dan 6 kelurahan. Selama ini, pihaknya masih melihat banyaknya aktivitas warga desa yang buang air besar sembarangan.
Program SMS Kabupaten Pali merupakan hasil kerja sama antara TP PKK, Dinas Kesehatan, Dinas Perkim, dan Dinas PMD setempat.
“Kabupaten Pali dideklarasikan sebagai daerah bebas BAB sembarangan. Kami ingin jadi contoh dan diakui tingkat nasional dalam program pembangunan,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Gubernur HD menandatangani prasasti dan penyerahan Sertifikat Desa ODF, penyerahan Sertifikat Penghargaan Setop Meseng Sembarangan (SMS) Kepada Bupati Pali dan Ketua TP PKK Pali.(bas)

















