PALEMBANG, fornews.co – Aksi sejumlah ABG yang berfoto di jalan lintas Batumarta-Baturaja, Kabupaten OKU, yang mengalami kerusakan parah, mendadak viral. Protes kerusakan jalan melalui seni fotografi ini menuai perhatian berbagai pihak.
Ada yang berpose sedang memancing, ada yang berpose romantis dan seolah duduk santai di tepi danau, ada pula yang sampai mandi lumpur. Aksi ini pun tak lepas dari perhatian orang nomor satu di Sumsel.
“Iya saya sudah lihat. Ya kita anggap itu bentuk kreatifitas anak muda. Gak adalah kita mau marah. Karena mungkin mereka ingin tahu bagaimana respons Pemerintah dan inilah jawabannya. Kita tidak bisa asal tunjuk (kontraktor perbaikan jalan) kecuali untuk bencana alam. Kalau bencana alam bisa kita segera melaksanakannya berbarengan proses administrasi. Tapi ini kan pemeliharaan harus menunggu prosesnya clear and clean dulu,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru di Griya Agung Palembang, Rabu (27/02).
Menurut HD, semua perbaikan jalan yang menjadi kewajiban Pemprov Sumsel di tahun 2019 ini akan tuntas dan layak dilalui.
“Tapi kan 2019 itu sampai Desember. Ini kan sedang berproses, sekarang masuk tahapan pra-tender. Nanti setelah tender baru pelaksanaan. Estimasi paling lambat di April serentak (perbaikan) dilakukan gubernur, wali kota, dan bupati dengan APBD-nya masing-masing memulai pekerjaan perbaikan jalan. Kita tahu proses tender itu ada masa penawaran, masa sanggah, dan lain sebagainya, kita juga harus menghormati proses itu. Insya Allah April serentak mulai, tapi tanggalnya saya belum berani ngomong,” tutur HD.
HD menerangkan, anggaran perbaikan infrastruktur khususnya jalan di Pemprov Sumsel yang dikelola Dinas PU sebesar Rp1,3 triliun. Lalu ada pula bantuan khusus dari provinsi ke kabupaten/kota secara proporsional sesuai kebutuhan dan usulan daerah sebesar Rp500 miliar. Belum lagi APBN yang mencapai Rp1,5 triliun.
“Makanya saya ngomong, perbaikan jalan di Sumsel ini lebih dari Rp3 triliun termasuk jalan negara. Belum lagi perbaikan jalan desa yang menggunakan anggaran Dana Desa,” katanya.
Menyikapi kerusakan jalan yang selalu berulang dan nyaris serentak setiap tahunnya, HD mengatakan hal ini disebabkan minimnya pemeliharaan yang dilakukan sebelumnya.
“Bukan maksud menyalahkan si A atau B, tapi dana pemeliharaan itu harus teralokasi dengan jelas. Artinya setiap ruas jalan itu harus ada dana pemeliharaan. Misalnya ruas jalan Prabumulih ke Baturaja, kita instruksikan BBPJN untuk mengalokasikan dana pemeliharaan untuk digunakan mulai dari tebas bayang hingga ada kerusakan yang darurat,” tukasnya. (ije)
















