PALEMBANG, fornews.co – Komunitas Lingkar Hijau melakukan pemetaan potensi desa bersama perangkat desa, agar desa menjadi lebih berkembang. Mereka meneruskan pendampingan dan penguatan kader desa dalam mengawal implementasi Undang-Undang Desa.
“Jika potensi desa dapat dikembangkan sesuai dengan produk unggulan desa, maka desa akan dapat menjadi berkembang dan maju,” ungkap Community Organize (CO) Lingkar Hijau, Afek Indawan, usai mengelar workshop di kantor Camat Pangkalan Lampam, OKI, beberapa waktu lalu.
Afek menerangkan, jika potensi desa dapat berkembang, maka perekonomian desa akan lebih maju. Jadi, tidak hanya mengandalkan pertanian saja, namun potensi lain juga harus dikelola dengan baik.
“Kemudian dana desa akan didorong untuk mengembangkan potensi-potensi desa, selain untuk membangunan infrsastruktur desa. Karena dana yang digelontorkan pemerintah pusat selama ini cukup besar untuk membangun desa,” terangnya.
Dihadapan Tenaga Ahli P3MD Propinsi Sumsel, Eka Subakti dan Camat Pangkalan Lampam, Afek menjelaskan, bahwa kader desa juga harus memperhatikan dunia pendidikan yang ada di desa. “Karena selama ini, pendidikan di desa kekurangan guru dan fasilitas saran dan prasarana. Padahal, sumber daya manusia yang ada di desa itu generasi masa depan,” jelasnya.
Peserta workshop ini adalah kader desa dari 5 desa yang menjadi dampingan Perkumpilan Lingar Hijau, yaitu Desa Perigi, Rambai, Rimba Samak dan Sungutan Kecamatan Pangkalan Lampam, serta Desa Toman, Kecamatan Tulung Selapan, OKI. (tul)

















