PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC menutup perjalanan di Piala Presiden 2018 dengan menempati peringkat ketiga. Laskar Wong Kito membungkam PSMS Medan empat gol tanpa balas.
Dari empat gol SFC, tiga di antaranya dicetak di babak kedua yaitu melalui Hamka Hamzah (menit 53), Manuchekhr Dzhalilov (76) dan Esteban Vizcarra (87). Sedangkan gol pertama yang dicetak Mahamadou N’diaye baru hadir melalui skema bola mati di menit 45+1.
Permainan SFC pun tak seperti biasa yang mengandalkan pressing dan kecepatan. Akibat bermain dalam tempo lambat itulah, kendali permainan didominasi PSMS Medan. Di awal babak pertama gawang Teja Paku Alam dibombardir Legimin Raharjo dkk. SFC pun hanya membalas melalui counter attack yang eksekusinya masih lemah.
“Kita memulai permainan dengan tempo lambat karena menyadari masa recovery kurang dibandingkan PSMS. Hal itu bisa terlihat dari beberapa pemain yang kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Saya sudah coba mengatasi dengan merotasi lima pemain yang menjadi starter tapi ternyata belum mampu mengembalikan permainan tim seperti biasa,” ujar Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan usai laga.
Menurut RD, berhasil mencetak gol di detik-detik akhir membuat kepercayaan diri anak asuhnya meninggi. Terbukti di babak kedua, koordinasi antarpemain lebih cair dan bisa mengontrol permainan. “Barulah terlihat game passing, penetration passing dan kombinasi one two play. Selamat ke seluruh pemain yg sudah memberikan kemampuan terbaik di laga ini,” kata pelatih 51 tahun ini.
Sementara itu, Pelatih PSMS Medan Djajang Nurdjaman mengakui kekalahan timnya dari SFC. Menurut Djanur skor 4-0 cukup menggambarkan skuat besutannya kalah materi dari Laskar Wong Kito.
“Selamat buat Sriwijaya. Kami kalah pengalaman dan kalah materi. Anak-anak hanya mampu beri perlawanan di awal-awal babak pertama. Selebihnya, kami hanya memaksimalkan peluang cetak gol dari bola mati. Tapi apapun hasilnya di Piala Presiden 2018 ini, sudah lumayan bagus bagi kami sampai di perebutan juara ketiga ini, selanjutnya pasti akan dilakukan eveluasi jelang kick off Liga 1,” tutur Djanur. (ije)

















