PALEMBANG, fornews.co-Calon Gubernur (Cagub) Sumsel nomor urut 4, Dodi Reza Alex, menanggapi sindiran dari salah satu cagub lain saat kampanye dialogis, yang menyebut prestasinya banyak didapat dari pemberian Gubernur Sumsel.
“Kenapa sih kok usil dengan prestasi orang lain?,” ujarnya, menanggapi sindiran tersebut, Sabtu (17/2).
Dodi menerangkan, dari 14 penghargaan yang perolehnya terkait kemajuan yang dicapai Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di bawah kepemimpinannya, hanya dua yang diberikan oleh Pemprov atau Gubernur Sumsel, dan itu pun proporsional. Sisanya diberikan oleh pemerintah pusat, dunia internasional, bahkan ada yang diberikan oleh Perdana Menteri Inggris.
“Saya bekerja untuk masyarakat Mubatanpa pamrih, dan Alhamdulillah mendapat pengakuan karena prestasi yang saya raih. Sama halnya dengan Pak Wari bekerja untuk Kabupaten Lahat, begitu juga dengan Pak Ishak Mekki yang bekerja sebagai Wakil Gubernur Sumsel,” kata Dodi.
“Harusnya calon gubernur itu memaparkan visi dan programnya, bukannya menyerang hasil kerja orang lain. Kok sudah tua kelakuannya masih kayak anak kecil,” terangnya.
Bupati Muba itu meneruskan, menjadi cagub itu harus siap lahir dan batin, harus siap menawarkan program kepada masyarakat, dan beradu konsep serta gagasan dalam membangun daerah. “Jangan karena kita tidak punya pekerjaan lantas coba-coba peruntungan lagi dengan mencalonkan diri untuk menjadi seorang gubernur,” tegasnya.
Sebanyak 14 penghargaan yang diterima Dodi Reza Alex sebagai Bupati Muba, di antaranya Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) 2017 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) RI, 22 Juli 2017, Penghargaan Fostering Internatonal Standard Education Kompas Gramedia, 29 Agustus 2017.
Berikutnya, penghargaan Pelopor (Pioner) Indonesia dalam Bidang Penerapan Teknologi Zero Emission Mobile Power Plant yang diterapkan di Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba dari Special Envoy Perdana Menteri Inggris Mr Richard Graham, 14 November 2017, Penghargaan atas Keberhasilan dalam Pembangunan Perkebunan dari Kementerian Pertanian RI, 21 Desember 2017, dan Indonesia Attractiveness Award sebagai Kabupaten Potensial oleh Tempo Group, 29 September 2017. (tul)

















