PALEMBANG, fornews.co – Menjamu Sriwijaya FC di babak 64 Besar Piala Indonesia 2018 merupakan keuntungan bagi Persimura. Peluang lolos ke babak berikutnya pun cukup terbuka.
Pelatih Persimura Jarot mengatakan, saat drawing bertemu Sriwijaya sebenarnya ada suatu kekhawatiran dari para pemain. Sebab bagaimanapun, Sriwijaya merupakan tim besar yang berlaga di Liga 1. Akan tetapi mendapati Laskar Wong Kito harus menghadapi kenyataan turun ke Liga 2, optimisme para pemain Persimura meningkat.
“Kita prihatin juga Sriwijaya turun ke Liga 2 dengan kualitas pemain yang bagus. Tapi pastinya kita sangat diuntungkan dengan mental bertanding para pemain Sriwijaya yang jatuh usai degradasi. Bisa jadi mereka mainnya tidak fokus. Hal ini peluang bagi Persimura mencari celah di pertahanan Sriwijaya,” kata Jarot, Kamis (13/12).
Meski demikian, Jarot tak mengesampingkan kondisi internal tim yang ditanganinya. Persiapan minim yang dilakukan hanya dua pekan jelang laga ini bisa jadi penghambat pemain tampil bagus di pertandingan nanti. Apalagi para pemain tak memiliki kesempatan menjalani pertandingan kompetitif karena tidak bergulirnya Liga 3.
“Kita hanya punya waktu dua minggu persiapan. Bisa dibilang Piala Indonesia ini pelampiasan Persimura, karena target utama kita di Liga 3. Tapi karena Liga 3 tidak bergulir maka Piala Indonesia yang kita jalani sekarang,” tutur Jarot.
Mengenai target di pertandingan nanti, Jarot menerangkan, manajemen Persimura tak memasang target muluk-muluk. Manajemen hanya meminta pemain tampil maksimal di laga nanti.
“Soal hasil ya mudah-mudahan bisa memenangkan pertandingan. Kalaupun tidak (menang), kita akan berbuat yang terbaik untuk Persimura. Di laga nanti, kita akan berikan permainan maksimal. Untuk strategi Persimura main normal saja. Tidak parkir bus atau apalah,” tukas Jarot. (ije)

















