PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC akan dijamu Persimura pada babak 64 Besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (14/12) sore. Sriwijaya tentu tak ingin dibuat malu klub Liga 3 tersebut.
Namun kondisi internal tim yang belum kembali normal usai dipastikan degradasi ke Liga 2, membuka celah bagi sang lawan untuk memanfaatkannya. Untuk itulah, Hartono Ruslan yang diberikan tanggung jawab memimpin tim di laga nanti lebih fokus memperbaiki kondisi mental pemain daripada skill dan fisik.
“Kami sudah melakukan persiapan, tapi hanya conditioning sama recovery, dan tentunya memperbaiki mental pemain. Semua tahu kita sedang dalam kondisi kurang kondusif usai degradasi. Jadi bukan berarti kami meremehkan lawan tidak ada latihan taktik kemarin-kemarin. Karena (soal taktik) sudah mengerti semua sebelumnya,” kata Pelatih Ad Interim Sriwijaya FC ini.
Menurut Hartono, yang terpenting di laga nanti semua pemain masih punya motivasi dan loyalitas tinggi kepada Sriwijaya FC. Sehingga lawan pun tak mudah mengambil keuntungan.
“Mudah-mudahan besok anak-anak masih ingin memenangkan pertandingan,” tuturnya.
Diakui Hartono, skuat Sriwijaya saat menghadapi Persimura tak lagi komplet. Selain beberapa pemain yang sudah habis kontrak kerja seperti Manuchekhr Dzhalilov dan Yogi Rahadian, sejumlah pemain pun mengajukan izin karena berbagai alasan seperti Alberto Goncalves, Teja Paku Alam, Nur Iskandar, dan Marckho Sandy Meraudje. Sehingga sangat sulit bagi Hartono untuk menyusun komposisi ideal.
“Karena pemain habis, ya maksimalkan yang ada saja. Kombinasi antara pemain reguler yang tersisa dengan pemain muda. Karena kalau dipaksakan pasang yang muda-muda juga belum siap. Apalagi kita tidak tahu kekuatan Persimura, jadinya kita main dengan cara kita sendiri. Kita harapkan pemain masih punya semangat,” tukas Hartono. (ije)

















