PALEMBANG, fornews.co – Sempat menahan imbang Sriwijaya FC di babak pertama, akhirnya pertahanan Persimura tumbang di babak kedua. Tiga gol bersarang di gawang tim berjuluk Laskar Lanang Nian ini.
Pada laga tanpa penonton yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (14/12) sore, Persimura sebenarnya mampu menekan Sriwijaya sepanjang babak pertama. Melalui pergerakan eksplosif winger-nya, Persimura mendapatkan beberapa peluang. Sayang tak dimilikinya pemain dengan karakter finisher, membuat peluang yang dikreasikan tak ada yang berujung gol.
Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Sriwijaya. Perubahan strategi di babak kedua membuat permainan Sriwijaya lebih hidup. Pengalaman para pemain yang dimiliki Laskar Wong Kito mampu mengatasi Persimura yang diisi mayoritas pemain muda usia.
“Pertandingan hari ini beda kelas. Tim kami diisi asli putra daerah semua. Babak pertama kami bisa imbangi, tapi di babak kedua faktor kelelahan membuat konsentrasi buyar. Kami hanya mempersiapkan tim ini dalam dua minggu, terlihat jelas di laga tadi fisik anak-anak tidak maksimal. Kami akui Sriwijaya lebih baik hari ini,” ujar Pelatih Persimura Jarot pada post match press conference di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (14/12) sore.
Jarot menengarai minimnya kompetisi yang diikuti Persimura membuat kemampuan dan kondisi pemainnya menurun. Apalagi musim ini kompetisi Liga 3 tak bergulir seperti sebelumnya.
“Kedepan kami menginginkan Liga 3 zona Sumsel kembali bergulir. Karena kompetisi penting untuk mengukur kemampuan pemain. Persimura di Liga 3 2017 masuk babak 8 besar. Tentunya kami ingin bermain baik dan naik ke Liga 2,” tuturnya.
Sementara itu, bek Persimura Zakaria mengatakan, permainan timnya di babak pertama sangat baik dan berada di atas angin. Rapinya barisan pertahanan membuat pemain Sriwijaya tak memiliki banyak peluang. Namun masuk babak kedua, entah apa penyebabnya, Persimura kebobolan gol di menit-menit awal. Hal itu membuat tekanan justru berbalik ke Persimura.
“Babak kedua kecolongan di menit awal sehingga hilang konsentrasi. Setelah itu kami berusaha mengejar tapi justru Sriwijaya yang bangkit dan mampu menguasai pertandingan,” tukasnya. (ije)

















