PALEMBANG, fornews.co-Pengaruh media online terhadap pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sumsel cukup signifikan, hingga merambah pada tingkat keterpilihan. Atas dasar itulah, sebagai kontrol sosial media online juga harus menjaga netralitasnya dan mengawasi jalannya pesta demokrasi tersebut.
Tim Media Pasangan Ishak Mekki-Yudha Mahyuddin, Firdaus Hasbullah mengatakan, memang semua kandidat yang bertarung pada Pilgub Sumsel membutuhkan peran dari media online. Namun, pihaknnya mengingatkan agar media massa mampu menjaga netralitas dalam konteks pilkada tersebut.
“Kita juga berharap, media massa khususnya online ikut serta dalam pengawasan penyelenggaraan pilkada, lalu harus bisa memastikan masyarakat menggunakan hak pilihnya dan terlibat aktif dalam pengawasan penyelenggaran pilkada,” kata Firdaus, saat menjadi pembicara pada diskusi bersama Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumsel, Peran Media Online pada Pilkada Sumsel 2018, di Dipo Cafe, Rabu (07/02) malam.
Tim Media pasangan Aswari Rivai-M Irwansyah, Rasyid Irfandi lebih menyikapi semua informasi yang dipublis media online jangan sampai keluar dari jalur dan tetap memegang teguh kaidah-kaidah jurnalistik.
“Memang sudah menjadi tugas media dalam mempublikasikan semua informasi tentang Pilkada dan Pilgub. Namun, yang penting tetap memegang teguh kaidah jurnalistik,” ujarnya.
Sementara Tim Media pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya, Alfrenzi Panggarbesi menyatakan, memang mulai ada perubahan kebiasaan di masyarakat, yang semula menggunakan media konvensional (surat kabar cetak), kemudian beralih ke informasi media online. Ini terlihat sejak Pilpres tahun 2014, saat itu tampak bagaimana dua Capres Joko Widodo dan Prabowo menggunakan media online untuk mencapai target kemenangan.
“Lalu kita lihat pada Pilkada DKI tahun 2017 lalu, bagaimana informasi silih berganti, dan bagaimana tim sukses pasangan calon memposisikan media online sebagai media strategis untuk bersosialisasi,” ujarnya.
Nah, dari Tim Media pasangan Dodi Reza-Giri Ramanda, Mulyono menuturkan, media online memiliki peranan penting dalam menyampaikan pesan para kandidat ke masyarakat, terutama bagi pengguna internet. Tidak hanya itu, media online juga sangat efisien untuk mensosialisasikan pelaksanaan pilkada.
“Dari data yang dirilis pengguna internet di Sumsel mencapai 30%. Karenanya, sebaran messenger pasti sangat luar biasa dan akan berpengaruh terhadap keberhasil tiap kandidat dalam menyampaikan opini, dan untuk meraih kemenangan,” tandasnya.(tul)

















