YOGYAKARTA, fornews.co—Peternak babi di kampung Sudagaran, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, akan diikutsertakan dalam Program Kampung Sejahtera.
Program itu rencananya akan berjalan selama tiga tahun melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Hal itu diungkapkan Ketua Baznas Kota Yogyakarta, Samsul Azhari, di Masjid Diponegoro, usai menyalurkan bantuan Baznas kepada masyarakat, Jum’at (28/8/2020).
“Sebagian warga yang selama ini beternak babi, nantinya akan beralih ke usaha lain, misal warung kelontong, home indsutri dan lain-lain,” ujarnya.
Untuk itu, jelas Ketua Baznas Yogyakarta, Baznas bersama Pemerintah Kota Yogyakarta tengah mempersiapkan pemberdayaan masyarakat yang berbasis wilayah.
Saat ini pihaknya mulai menyusun profil kampung Sudagaran, meliputi aspek kependudukan dan kewilayahan.
“Dari profil inilah nantinya akan di tentukan kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.
Litbang fornews.co mencatat, pada Februari tahun ini adalah awal munculnya virus African Swine Fever (ASF), atau Flu Babi Afrika, di Indonesia.
Virus itu menyerang babi di sejumlah wilayah di Indonesia, dan membuat geger pengusaha olahan hewan. (adam)
















