PALEMBANG, fornews.co-Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2018 mendatang, bisa disebut dengan Pilgub milennial. Karena, bisa jadi generasi Y (milennial) ini bisa menjadi penentu kemenangan.
Menurut Direktur Comunnication iPOL (IT – Riset Politic Consultant) Indonesia,, Tofan Ardi, money politic (politik uang) bukan lagi menjadi kunci kemenangan pada Pilgub Sumsel nanti. Karena saat ini ada dalam generasi milennial yang lebih mampu menganalisa.
“Generasi milennial punya kans kuat mempengaruhi keputusan memilih kandidat. Generasi ini adalah mereka yang kelahirannya antara tahun 1981-1994 (usia antara 23-36) dan orang-orang yang lahir pada tahun tersebut adalah orang-orang produktif yang mendominasi pemilih,” ujarnya, saat memberi keterangan pers, Minggu (29/10).
Tofan menerangkan, dari data pemilih tetap Sumsel sebesar 6.161.831 orang, generasi ini berada pada angka 30% dari jumlah tersebut. Untuk usia 17-25 tahun mata pilihnya berjumlah 878.000, kemudian untuk usia 26-35 tahun jumlahnya mencapapai 1.733.025 orang. “Generasi ini juga tak terpengaruh pada sosialisasi di media sosial (medsos). Tapi masih melakukan diskusi dengan rekan rekan yang lain, karena mereka aktif internet,” terangnya.
Artinya, sambung Tofan, anak muda ini punya peran penting dalam pilkada. Jadi, seandainya sang figur kandidat gubernur sudah cukup tua namun berhasil menarik simpati generasi ini, maka itu jadi keuntungan tersendiri.
“Luasan wilayah di Sumsel sangat besar, jadi kadang ada kandidat tidak bisa hadir secara fisik. Nah masyarakat di daerah hanya mengenal kandidat dari info berita online. Jika timses si kandidat banyak nge-share semua tentang jagoannya, itu bisa mendatangkan pemilih. Pilkada itu bagaimana cara memainkan isu, baik dari media, medsos dan sebagainya,” tukasnya.
Sementara, Founder & CEO ipol Indonesia, Petrus Hariyanto menuturkan, siapa calon gubernur yang cerdas memetakan pemilih dengan detail, maka dialah pemenangnya. “Nah Generasi milennial ini justru lebih percaya dengan pengguna informasi, daripada informasi yang hanya searah. Mereka juga lebih mendapat informasi dari ponsel, mencarinya ke google atau perbincangan pada forum internet,” tuturnya.
Petrus memaparkan, dalam kurun waktu empat bulan menjelang Pilkada serentak di Sumsel, atmosfer di Bumi Sriwijaya terus meningkat. Manuver elit politik dalam tahapan Pemilu Rekom, menjadikan popularitas, likeabilitas dan elektabilitas kandidat balongub dan balonwagub saling berkejaran. Dari yang terbaru, hasil survei iPOL Indonesia menunjukkan elektabilitas Herman Deru makin tipis selisihnya dan berpotensi dikejar Dodi Reza Alex dan Ishak Mekki.
Trend pengenalan popularitas kandidat masih menjadi aktivitas yang dilakukan oleh para balongub. Setidaknya, hal itu bisa dilihat dari banyaknya baliho yang terpasang di sejumlah daerah. “Aksi maraton melakukan publikasi besar-besaran ini, mengindikasikan bahwa kandidat masih belum mendapatkan tempat di masyarakat. Mereka mungkin visible (terlihat), namun belum available (hadir),” paparnya.
Dari rentang waktu 10-20 Oktober 2017, pihaknya melakukan survei/jajak pendapat dan sosialisasi pengenalan kepada warga Sumsel. Survei ini digelar di 17 kabupaten/kota, dengan sampel 800 responden, medote Multistage Random Sampling dan memiliki toleransi kesalahan (margjin of error) sekitar 3,46% pada tingkat kepercayaan 95%. Hasilnya, responten yang mengetahui tentang kandidat masih di dominasi oleh foto baliho sebanyak 32,5%. Pada sesi pertanyaan tentang siapa yang bakal maju di Pilgub Sumsel, publik masih menyebut nama-nama lama seperti Herman Deru dan Ishak Mekki. Nama Dodi Reza Alex dan Aswari Rifai jgua disebut publik, karena mengetahui lewat baliho yang terpasang.
“Popularitas kandidat menjadi poin penting survei, karena iPOL memandu figur. Hasilnya, Ishak Mekki menduduki popularitas teratas, disusul Herman Deru, Dodi Reza Alex, Syahrial Oesman, Aswari dan Giri Ramanda. Tapi, tingkat keterpilihan Ishak Mekki jauh di bawah kandidat lain. Potensi kemunculan kandidat baru juga sangat tinggi, nama Aswari dan Dodi Reza menjadi sosok yang disukai publik, namun elektabilitasnya masih rendah,” urainya.
“Jika Pilgub Sumsel digelar hari ini, siapa yang menang?. Pertanyaan ini dijawab publik dengan memilih Herman Deru sebanyak 15%, disusul Dodi Reza Alex 13,37%, Ishak Mekki 11,09%, Aswari Rivai 7,65%, Syahrial Oesman 4,45% dan Giri Ramanda 3,32%,” tandasnya. (tul)

















