YOGYAKARTA, fornews.co–Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali membuka lapak dagangannya setelah Yogyakarta diberlakukan uji coba New Normal, Kamis (4/6/2020).
Salah seorang PKL, Nurlela (41), sangat senang dapat kembali berjualan meski Malioboro hanya ramai warga lokal.
“Kemarin-kemarin pembelinya tidak seramai hari ini,” ungkapnya.
Setelah lebaran ini, katanya, pembelinya masih didominasi oleh mahasiswa yang terjebak di Yogyakarta karena gagal mudik.
Sebelumnya, Nurlela sempat lesu saat diberlakukan pembatasan aktivitas dan larangan keramaian di Yogyakarta.
“Kemarin waktu ada social distancing omzet per hari hanya sekira 1-1,5 juta rupiah,” katanya.
Ia berharap setelah virus corona rampung omzetnya kembali normal di angka 5-6 juta rupiah per hari.
Salah seorang pengunjung Malioboro, Heni, merasa lega dapat melepas penat setelah Yogyakarta dikabarkan new normal.
Tidak mengira Yogyakarta kembali ramai. Padahal beberaoa waktu lalu sempat dilakukan pembatasan aktivitas.
Selain senang bisa di berada Jogja, ia juga mengaku tidak bisa pulang ke Jakarta karena pandemi virus corona.
Kepada wartawan, usai menghadiri parpurna di DPRD DIY, Rabu (3/6/2020), Gubernur DIY mempersilakan Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro kembali membuka lapaknya.
Namun, Sultan meminta PKL menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatannya.
“Silakan saja kalau ingin buka, tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.
Penerapan protokol kesehatan bagi PKL di Malioboro salah satunya adalah tetap menjaga jarak.
“Kalau pakai jarak kan tidak masalah,” jelasnya, “kalau mereka bisa melaksanakan protokol kesehatannya.”
Berdasarkan data dari Tim Gugus Covid-19 DIY, tingkat kesembuhan pasien positif COVID-19 di DIY telah mencapai 70%. (adam)

















