SEKAYU, fornews.co – Pemkab Musi Banyuasin akan lebih mematangkan berbagai persiapan jelang pemberlakuan tatanan hidup Normal Baru.
“New Normal Life ini bukan untuk melonggarkan protokol kesehatan yang sudah ada tetapi justru merubah perilaku sehari-hari untuk dapat bekerja secara produktif dan aman. Karena kita tidak tahu dimana virus Corona ini berada. Ini tatanan baru yang bakal dijalani, yang harus diperhatikan dan dijadikan kebiasaan baru,” ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex pada Webinar dengan Tema Kesiapan Kabupaten Muba dalam Menghadapi New Normal Life, Kamis (04/06).
Menurut Dodi, kick-off Normal Baru bukanlah ramai-ramai deklarasi buka mall, tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya, tapi bagaimana seluruh masyarakat sudah terbiasa tanpa paksaan mengikuti tatanan hidup yang baru dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan.
“Namanya New Normal Life, sehingga untuk menuju kesana diperlukan kesiapan semua pihak baik Pemerintah, para stakeholder, akademisi, penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tentunya masyarakat kita untuk bersiap apabila New Normal Life sudah bisa kita terapkan nantinya,” kata Dodi.
“Kita harus rela dan ikhlas mengikuti batasan yang ada dan wajib disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Pemkab Muba sendiri, lanjut Dodi, saat ini sedang fokus mempersiapkan seluruh elemen masyarakat untuk masuk fase baru. Mulai dari mempersiapkan sarana kesehatan seperti adanya PCR tes di Muba dan sarana prasarana kesehatan lainnya wajib terpenuhi sesuai ketentuan dengan mengacu protokol kesehatan, meringankan beban warga masyarakat melalui jaring pengaman sosial dan mengedukasi seluruh warga Muba yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Muba untuk dapat patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan sampai ke tingkat desa, RT/RW sehingga diharapkan semua elemen masyarakat dengan kesadaran sendiri disiplin melaksanakan semua aturan protokol kesehatan tersebut.
“Secara masif akan dilakukan uji tes di Muba. Selama ini butuh 15 hari hingga hasil uji tes keluar, maka kami putuskan mengadakan PCR real time di Kabupaten Muba yang saat ini dalam proses, Rumah Sehat dan tempat isolasi mandiri kita siapkan dengan lebih masif lagi,” terangnya.
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumsel, Prof Dr dr Yuwono menerangkan, ada beberapa syarat menjalani kehidupan Normal Baru, di antaranya, Pemerintah bisa membuktikan bahwa transmisi sudah dikendalikan yaitu angka Ro (R) kurang dari satu. Lalu sistem kesehatan tersedia untuk melacak kontak (tracing), mendiagnosis (testing) dan merawat (treatment) kasus positif COVID-19.
“Selanjutnya, risiko penularan sudah terkendali terutama di tempat dengan kerentanan tinggi. Langkah pencegahan di lingkungan kerja atau bisnis seperti jaga jarak, cuci tangan dan etika batuk bersin berjalan baik. Pemerintah dan masyarakat bekerjasama mencegah kasus impor virus corona. Pemerintah juga harus mengimbau dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan terlibat transisi kehidupan Normao Baru. Saya mengikuti dan memantau Muba saat ini lagi gencar melaksanakan itu semua,” ujar Yuwono.
Guru Besar FISIP Universitas Sriwijaya Prof Alfitri yang juga mengikuti webinar mengatakan, kehidupan Normal Baru adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal ditambah penerapan protokol kesehatan mencegah penularan COVID-19.
“Adaptasi perubahan perilaku ke arah pencegahan penularan COVID-19 yang pertama akan berada pada fase sistem bersifat paksaan dalam ketertiban dan kedisiplinan bersama. Kemudian meningkat pada partisipasi, di mana tumbuh kesadaran perilaku tertib dan disiplin hingga berlanjut pada fase inisiasi di mana muncul inovasi dan kreasi dalam menjalani kehidupan Normal Baru sehingga kita bisa beradaptasi dan pencegahan terhadap COVID-19 dapat dilakukan,” tukasnya.
Webinar yang dipandu moderator Bung FK ini diikuti 485 peserta dari berbagai kalangan yaitu Kapolres Muba, Dandim 0401 Muba, Kejari Muba, FKPD, Sekda Muba, OPD, Pemerintah kecamatan dan desa, Rumah Sakit, Puskesmas, organisasi masyarakat, kepala sekolah, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan masyarakat umum. (ije)

















