
PALEMBANG, fornews.co- Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Joko Imam Sentosa mengatakan bangsa ini sedang menghadapi tiga persoalan besar yakni Korupsi, Narkoba, dan Radikalisme, oleh sebab itu sangat pentingnya membangun mindset yang berkarakter.
“Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang menjadi penyakit moral, ahlak, dan praktek tradisi yang berkelanjutan,”katanya dalam sambutan saat Workhsop Pembentukan Komite Integritas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, di Hotel Santika Jalan Radial, Kamis (06/04).
Oleh sebab itu, kata Joko pembangunan Budaya Integritas menjadi suatu upaya untuk mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia yang berintegritas. Budaya Integritas akan menjadi resep yang dapat merecovery bangsa ini dari krisis integrasi. Pembangunan budaya integritas merupakan sistem yang berlaku secara nasional dalam rangka pemberantasan korupsi secara menyeluruh yang melibatkan semua pilar penting bangsa.
“Pemprov Sumsel juga telah menyatakan komitmenya dalam membangun integritas bagi aparaturnya guna mencetak agen-agen perubahan dalam menanamkan nilai dan perubahan budaya organisasi,” terangnya. Dikatakan Joko, Tujuan workshop ini sangat mengedepan dan strategis untuk menginternalisasikan nilai-nilai anti korupsi yang menselaraskan dengan niai-nilai instansi Pemprov Sumsel. Itulah mengapa, pejabat berperan sebagai role model dalam menumbuhkembangkan agen perubahan dalam pelaksanaan prinsip-prinsip reformasi birokrasi.
Sehubungan dengan mewabahnya korupsi yang menjadi penyakit moral, Lanjut Joko, Tunas Integritas harus dibangun bagi semua individu, dengan memiliki banyak Tunas Integritas.
“Pemprov Sumsel akan membentuk komite Integritas yang berkomitmen memberikan pertimbangan guna pembentukan Tunas Integritas di lingkungan Pemprov Sumsel,” ujarnya
Workshop pembentukan komite integritas dilingkungan Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel), ditujukan untuk menyamakan persepsi antara Eksekutif dan Legislatif terhadap tindak lanjut program pembangunan budaya integritas. Workshop ini merupakan tindaklanjut dari Workshop Tunas Integritas yang diselenggarakan tahun lalu.
Dikatakan Joko, Tujuan workshop ini sangat mengedepan dan strategis untuk menginternalisasikan nilai-nilai anti korupsi yang menselaraskan dengan niai-nilai instansi Pemprov Sumsel. Itulah mengapa, pejabat berperan sebagai role model dalam menumbuhkembangkan agen perubahan dalam pelaksanaan prinsip-prinsip reformasi birokrasi.
Joko juga menambahkan, diharapkan dari hasil workshop ini membawa efek yang baik untuk semua kalangan di lingkungan Pemprov Sumsel. (cong)















