JAKARTA, fornews.co – Untuk memenuhi kebutuhan darah di Muba, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Muba berencana membangun Unit Transfusi Darah (UTD).
Sebagai tindak lanjutnya, pada Kamis (27/06), Wakil Bupati Muba Beni Hernedi sekaligus Ketua PMI Muba mengunjungi Kantor PMI DKI Jakarta untuk mempelajarinya.
Beni Hernedi dalam kesempatan ini didampingi Kepala Dinas Kesehatan Muba selaku Wakil Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan PMI Kabupaten Muba, dr Azmi Dariusmansyah dan Kepala Dinas Koperasi Muba selaku Ketua Bidang Sarana Prasarana PMI Muba, Zabidi.
Beni dan rombongan mendengarkan secara langsung penjelasan seluas-luasnya dari pengurus terkait. Mereka mencari masukan dan bahan belajar sehubungan rencana PMI Muba untuk membangun UTD.
“Tujuan audiensi hari ini, kami ingin belajar dan sekaligus melihat langsung bagaimana fasilitas dalam membangun UTD pada PMI Cabang Muba. Diketahui UTD PMI Jakarta merupakan salah satu UTD terbaik di Indonesia yang telah memiliki manajemen dan dukungan peralatan yang canggih, serta mampu melayani kebutuhan darah hingga 3000 kantong per hari, “ujar Beni.
Beni menyampaikan bahwa kebutuhan darah di PMI Muba saat ini masih belum tepenuhi. Dan kebutuhan darah di Kabupaten Muba saat ini hanya dilayani oleh RSUD Sekayu, dengan kebutuhan darah setahun sekitar 5000 kantong dan baru terpenuhi 50 persen.
“Belum termasuk kebutuhan darah bagi warga di wilayah Muba Timur, yang masih dipenuhi dan diperoleh dari Provinsi Jambi atau Kota Palembang mengingat kendala jarak dengan lokasi RSUD Sekayu yang cukup jauh. Idealnya Unit Transfusi Darah (UTD)di Muba perlu di dua titik, satu di Sekayu dan satu lagi di Kecamatan Sungai Lilin atau Bayung Lencir, karena ada dua RSUD yang perlu dilayani,” tuturnya.
Sekretaris Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta, Bambang Subekti mengatakan, bahwa PMI DKI Jakarta menyambut baik kedatangan Beni dan rombongan. Menurutnya, kedatangan ini tentu bisa dimanfaatkan untuk berdiskusi demi kemajuan PMI yang merupakan organisasi kemanusiaan.
”Kita apresiasi tentunya, inisiatif dan motivasi dari Wabup Muba yang nantinya akan membuat PMI Cabang Muba dan PMI di seluruh wilayah Indonesia dapat lebih maju ke depannya,” ujarnya.
Dijelaskannya juga, masukan dan saran sehubungan pengelolaan bank darah dan bagaimana manajemen markas hingga cara penggalangan dana PMI DKI Jakarta.
“Kami pengurus PMI DKI Jakarta menyambut baik tawaran dari PMI Muba untuk menjalin kerja sama di beberapa bidang sehubungan rencana berdirinya UTD PMI Muba, seperti Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), Pengajuan sertifikasi pengganti pengolahan darah dan lainnya,” tutur Bambang.
Sementara itu, untuk sumber dana, imbuh Bambang, mereka memperolehnya dari program bulan dana PMI (September-Desember) setiap tahunnya.
“Untuk biaya pengganti pengolahan darah bantuan hibah dari APBD Pemprov DKI Jakarta melalui Dinkes, sumbangan masyarakat langsung dan tidak langsung serta penggalangan dana dalam bentuk latihan dan layanan lainnya,” tuturnya.(bas)
















